Anak Lebih Mandiri dan Percaya Diri? Coba Terapkan Aturan Parenting 7-7-7

Anak Lebih Mandiri dan Percaya Diri? Coba Terapkan Aturan Parenting 7-7-7
Parenting dengan metode 7-7-7. Foto: Pinterest/rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Dunia pengasuhan anak tidak pernah berhenti berkembang.

Dari metode Montessori, pola asuh otoritatif, hingga mindful parenting, kini ada lagi konsep baru yang mulai ramai diperbincangkan: Aturan Pengasuhan 7-7-7.

Banyak orang tua penasaran, apa sebenarnya aturan ini? Kok bisa disebut sebagai kunci sukses mendidik anak?

Menariknya, aturan ini tidak hanya punya satu arti, melainkan bisa ditafsirkan dalam beberapa cara, sesuai dengan kebutuhan keluarga masing-masing.

Baca Juga:Tradwife Adalah Gaya Hidup Istri Tradisional, Benarkah Kembali Populer di Era Modern?5 Inspirasi Rumah Sederhana Ala Eropa yang Elegan di Lahan Terbatas

Metode Parenting dengan 7-7-7

Kalau kamu adalah orang tua muda yang ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati, yuk kita bongkar rahasia Aturan 7-7-7 ini!

1. Aturan 7-7-7: Tahap Perkembangan Anak (0–21 Tahun)

Interpretasi pertama membagi 21 tahun pertama kehidupan anak menjadi tiga fase penting, masing-masing berdurasi tujuh tahun.

Usia 0–7 tahun: Dunia bermain

Pada masa ini, anak belajar paling efektif lewat permainan. Bermain bukan sekadar hiburan, tapi cara utama otak berkembang, bahasa terbentuk, hingga keterampilan sosial dasar mulai terasah.

Orang tua bisa memperkaya stimulasi dengan aktivitas sederhana seperti bermain balok, bercerita, atau menggambar bersama.

Usia 7–14 tahun: Masa pengajaran

Di fase ini, anak sudah siap menerima pelajaran yang lebih terstruktur. Orang tua berperan sebagai guru utama yakni mengajarkan nilai hidup, membimbing perilaku sosial, serta mendorong minat dan bakat.

Inilah masa emas untuk menanamkan konsep benar-salah sekaligus membangun rasa tanggung jawab.

Usia 14–21 tahun: Waktu bimbingan

Ketika anak menginjak remaja, mereka mulai mencari identitas dan kebebasan.

Di sinilah orang tua perlu berubah peran menjadi mentor. Bukan lagi sekadar memberi aturan kaku, melainkan mendampingi mereka dalam membuat keputusan, memberi nasihat, serta tetap menjadi tempat pulang yang aman.

Baca Juga:10 Inspirasi Rumah Kecil 6×9 Meter dengan Kombinasi Batako dan KayuDesain Rumah Kecil 4×6 Meter dengan Konsep Split Level, Solusi Hunian Modern dan Efisien

Kalau diibaratkan, orang tua adalah “pelatih” yang menyiapkan anak agar siap terjun ke lapangan kehidupan nyata.

2. Aturan 7-7-7: Koneksi Harian (21 Menit Penting)

Interpretasi kedua lebih sederhana tapi tidak kalah powerful: luangkan waktu 21 menit setiap hari untuk anak. Caranya mudah:

7 menit di pagi hari

Menyapa anak dengan hangat sebelum beraktivitas. Bisa dengan sarapan bersama atau sekadar ngobrol ringan.

0 Komentar