Stop Perfeksionis! 5 Cara Ibu Bekerja Bisa Tetap Bahagia dan Seimbang

Stop Perfeksionis! 5 Cara Ibu Bekerja Bisa Tetap Bahagia dan Seimbang
Work life balance untuk ibu pekerja. Foto: Pinterest/rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Ada kalanya seorang ibu merasa seperti sedang menyalakan dua lilin sekaligus dengan satu untuk pekerjaan, satu lagi untuk keluarga.

Lilin itu memang menyala indah, tapi cepat habis bila terus terbakar tanpa jeda. Inilah mengapa work life balance menjadi hal penting bukan sekadar membagi waktu, melainkan seni menjaga energi, pikiran, dan hati agar tetap seimbang.

Banyak ibu pekerja sering terjebak di antara tuntutan profesional dan idealisme menjadi “ibu sempurna”.

Baca Juga:Ibu Rumah Tangga Sekaligus Pekerja? Ini 6 Kunci Self Care Agar Tidak Burnout7 Pertanyaan Ajaib yang Bisa Perkuat Bonding Orang Tua dan Anak Setiap Hari

Padahal, keseimbangan sejati bukan berarti hidup tanpa konflik, melainkan kemampuan memilih apa yang paling penting di setiap momen.

Berikut lima cara sederhana yang bisa membantu para ibu untuk mencapai hidup yang lebih harmonis.

1. Menata Ulang Prioritas

Work life balance dimulai dari keberanian menata ulang prioritas. Para ibu tidak harus selalu bisa melakukan segalanya dengan sempurna.

Tanyakan pada diri sendiri apa yang paling penting saat ini? Apakah lebih banyak hadir untuk anak, atau sedang fokus membangun karier?

Dengan memahami prioritas, Ibu akan lebih tenang dan terhindar dari rasa bersalah berlebihan.

Ingat, kita tidak sedang berkompetisi dengan ibu lain yang kita lakukan adalah menciptakan keseimbangan sesuai kebutuhan keluarga dan kebahagiaan pribadi.

2. Melepaskan Rasa Bersalah

Rasa bersalah adalah musuh utama ibu bekerja. Seolah waktu di kantor mengurangi peran sebagai ibu. Padahal, anak justru bisa belajar banyak dari kerja keras orangtuanya.

Baca Juga:Anak Lebih Mandiri dan Percaya Diri? Coba Terapkan Aturan Parenting 7-7-7Tradwife Adalah Gaya Hidup Istri Tradisional, Benarkah Kembali Populer di Era Modern?

Melepaskan rasa bersalah bukan berarti mengabaikan anak, melainkan menyadari bahwa cinta ibu tidak diukur dari jumlah jam, tetapi dari kualitas kebersamaan.

Dengan hati yang tenang, momen bersama anak akan terasa lebih hangat dan bermakna.

3. Membuat Ritual Kecil yang Bermakna

Work life balance tidak harus menunggu liburan panjang. Justru, kebahagiaan bisa lahir dari ritual sederhana yang dilakukan konsisten.

Contohnya, makan malam tanpa gawai, membaca buku sebelum tidur, atau rutinitas pagi yang penuh canda.

Ritual kecil ini memberi rasa aman pada anak dan menjadi jeda menenangkan untuk ibu.

Selain itu, ritual juga bisa jadi “jangkar emosional” yang selalu ditunggu-tunggu di tengah padatnya rutinitas.

0 Komentar