Bahaya! Efek Doomscrolling pada Kesehatan Mental, Dari Cemas Berlebih sampai Overthinking Kronis

Bahaya! Efek Doomscrolling pada Kesehatan Mental, Dari Cemas Berlebih sampai Overthinking Kronis
Dampak bahaya doomscrolling. Foto: Pinterest/rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Fenomena doomscrolling kebiasaan terus-menerus menggulir berita negatif di media sosial bukan sekadar tren digital belaka.

Di Indonesia, banyak orang yang tak sadar bahwa kebiasaan ini bisa memberi dampak jangka panjang bagi kesehatan mental.

Apa saja efek psikologis yang mungkin muncul akibat doomscrolling?

1. Cemas Berlebih (Anxiety)

Salah satu dampak paling umum dari doomscrolling adalah rasa cemas yang terus meningkat.

Baca Juga:Kenapa Jeruk Nipis Bisa Bikin Bayi Jalan? Ini Penjelasan Ahli Perkembangan AnakKenapa Jeruk Nipis Bisa Bikin Bayi Jalan? Ini Penjelasan Ahli Perkembangan Anak

Otak kita menerima aliran informasi negatif secara nonstop, mulai dari berita politik, konflik sosial, hingga bencana alam. Lama-kelamaan, otak menjadi “siaga terus-menerus”, sehingga muncul anxiety berlebih meski situasinya sebenarnya aman.

Gejala yang sering muncul termasuk detak jantung meningkat, susah tidur, dan rasa gelisah yang sulit dijelaskan. Dalam jangka panjang, kecemasan ini bisa memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.

2. Depresi Ringan

Selain cemas, doomscrolling juga bisa memicu depresi ringan. Terus-menerus menonton berita negatif membuat seseorang merasa dunia penuh masalah dan sulit berharap akan hal baik. Perasaan putus asa, kehilangan motivasi, hingga mudah tersinggung bisa muncul secara perlahan.

Depresi ringan yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius, apalagi jika dibarengi isolasi sosial atau minimnya dukungan emosional.

3. Overthinking Kronis

Doomscrolling memicu otak untuk memproses terlalu banyak informasi negatif sekaligus. Akibatnya, seseorang sering mengalami overthinking kronis memikirkan hal-hal yang sebenarnya di luar kendali hingga mengganggu produktivitas dan konsentrasi.

Overthinking ini biasanya muncul pada malam hari, memperburuk pola tidur, dan meningkatkan risiko stres berkepanjangan.

4. Kelelahan Mental dan Burnout Digital

Tidak hanya psikologis, doomscrolling juga menyebabkan kelelahan mental. Otak terus-menerus “dipaksa bekerja” untuk menafsirkan informasi negatif, sehingga muncul perasaan stres, lelah, dan tidak fokus. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyerupai burnout digital, di mana seseorang merasa lelah secara emosional dan mental akibat paparan konten online yang berlebihan.

Baca Juga:Mau Anak Sukses dan Percaya Diri? Hentikan 4 Kalimat Berbahaya Ini10 Inspirasi Desain Rumah Minimalis 4×6 Meter yang Estetik dan Nyaman

Cara Mengurangi Dampak Doomscrolling

Batasi waktu layar: Buat jadwal membaca berita, misal 30 menit pagi dan 30 menit malam.

Pilih sumber informasi terpercaya: Hindari berita sensasional yang menimbulkan panik.

0 Komentar