CIREBON, RAKCER.ID – Di era digital ini, layar gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Dari anak-anak hingga orang dewasa, kita semua menghabiskan waktu berjam-jam di depan smartphone, tablet, atau laptop.
Meskipun menawarkan kemudahan yang tak terhingga, penggunaan gadget yang berlebihan, atau yang sering disebut screen time, membawa dilema baru, terutama bagi keluarga.
Di satu sisi, gadget adalah alat penting untuk belajar, bekerja, dan berkomunikasi. Di sisi lain, paparan layar yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari masalah kesehatan fisik dan mental hingga tergerusnya interaksi sosial.
Baca Juga:Bahaya Berkendara Sambil Main HandphoneKenapa HP Anda Cepat Panas? Cara Sederhana Mengatasi Overheating Pada HP
Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam apa saja bahaya screen time dan cara mengelola penggunaan gadget di keluarga.
Ancaman di Balik Layar: Bahaya Screen Time Berlebih
Banyak penelitian telah menunjukkan korelasi antara screen time berlebih dengan beberapa masalah serius:
1. Gangguan Kesehatan Fisik
Menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan mata digital (digital eye strain), yang gejalanya meliputi mata kering, pandangan kabur, dan sakit kepala. Postur tubuh yang buruk saat menggunakan gadget juga bisa memicu masalah leher, bahu, dan punggung.
Selain itu, gaya hidup yang kurang bergerak (sedentary) akibat terlalu banyak duduk di depan layar dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.
2. Dampak pada Kesehatan Mental
Penggunaan media sosial yang intens sering kali memicu perasaan cemas, depresi, dan rendah diri. Terlalu banyak membandingkan diri dengan kehidupan ideal yang ditampilkan di media sosial dapat merusak mental, terutama pada remaja.
Ketergantungan pada gadget juga dapat membuat seseorang sulit fokus dan mengurangi kemampuan mereka untuk berinteraksi secara langsung.
3. Masalah Kualitas Tidur
Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar gadget dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, orang yang menggunakan gadget sebelum tidur cenderung kesulitan untuk terlelap dan memiliki kualitas tidur yang buruk.
Baca Juga:Ponsel Sultan! 5 Smartphone Paling Dicari di Indonesia 2025Rekomendasi Tablet Android Murah Paling Laris: Kualitas Premium Tanpa Menguras Isi Dompet
4. Menurunnya Kualitas Interaksi Sosial
Meskipun gadget menghubungkan kita dengan dunia luar, ia bisa menjauhkan kita dari orang-orang terdekat. Fenomena phubbing (mengabaikan orang di sekitar demi fokus pada ponsel) menjadi sangat umum, mengikis kualitas hubungan dalam keluarga dan pertemanan.