Fenomena “Virtual Gifting” di Platform Live-Streaming Dan Dampak Sosialnya

Fenomena “Virtual Gifting” di Platform Live-Streaming Dan Dampak Sosialnya
Fenomena “Virtual Gifting” di Platform Live-Streaming Dan Dampak Sosialnya. Foto: Tangkapan layar/ Rakcer.id
0 Komentar

Bagi kreator, hadiah virtual ini adalah bentuk apresiasi konkret yang memotivasi mereka untuk terus berkarya.

Pendapatan bagi Kreator Konten

Bagi para konten kreator, hadiah virtual adalah sumber penghasilan yang sangat penting. Ini memungkinkan mereka untuk memonetisasi konten mereka secara langsung dari basis penggemar, menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi para influencer, streamer, dan seniman digital.

Dampak Sosial Virtual Gifting

Meskipun terlihat sebagai fenomena yang positif, virtual gifting juga membawa dampak sosial yang kompleks dan berlapis.

Dampak Positif

1. Pemberdayaan Konten Kreator

Baca Juga:Makna Di Balik Tagar #acab1312 yang Ramai di Media Sosial: Bukan Sekadar SloganNostalgia Algoritma: Mengapa Kita Suka Melihat Kenangan Lama?

Virtual gifting telah membuka jalan baru bagi individu berbakat untuk mencari nafkah dari konten mereka. Hal ini bisa mendemokratisasi industri hiburan, di mana siapapun bisa menjadi “influencer” atau “streamer” dan mendapatkan dukungan langsung dari audiens mereka.

2. Membangun Koneksi Lintas Batas

Fenomena ini memungkinkan orang dari berbagai belahan dunia untuk berinteraksi dan menunjukkan dukunan mereka.

Seorang penggemar di Indonesia bisa mengirimkan “mawar virtual” kepada seorang streamer di Korea Selatan, sehingga menciptakan sebuah jembatan budaya yang unik.

3. Meningkatkan Interaksi dan Keterlibatan

Dalam sesi live-streaming, hadiah virtual seringkali memicu percakapan dan interaksi yang lebih mendalam antara kreator dan audiens.

Hal ini dapat menciptakan suasana yang lebih hidup dan interaktif dibandingkan dengan hanya menonton secara pasif.

Dampak Negatif dan Tantangan

1. Tekanan Sosial dan Kompetisi

Budaya virtual gifting seringkali menciptakan tekanan sosial untuk meberikan hadiah. Seseorang mungkin merasa tertekan untuk memeberikan hadiah mahal demi mendapatkan perhatian atau status dalam sebuah komunitas.

Hal ini dapat memicu perilaku konsumtif yang berlebihan

2. Isu Kecanduan dan Keuangan

Sifat gamifikasi dan emosional dari virtual gifting dapat menyebabkan perilaku kompulsif, di mana pengguna menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk membeli hadiah virtual. Ini bisa menjadi masalah keuangan yang serius bagi individu, terutama jika mereka tidak memiliki kendali diri.

3. Potensi Eksploitasi

Baca Juga:Melindungi Akun Media Sosial: Cara Ampuh Melawan Hacker dan PhisingMemahami Era Post-Truth dan Bahaya Misinformasi

Ada kekhawatiran bahwa setiap sistem ini bisa dieksploitasi, kreator yang tidak etis mungkin memanipulasi audiens mereka untuk mengirimkan lebih banyak hadiah.

0 Komentar