Politik Jadi Hiburan Baru? Alasan Doomscrolling Isu Sosial-Politik Begitu Ngehits di Indonesia

Politik Jadi Hiburan Baru? Alasan Doomscrolling Isu Sosial-Politik Begitu Ngehits di Indonesia
Alasan Doomscrolling Isu Sosial-Politik lebih hits. Foto: Pinterest/rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Fenomena doomscrolling belakangan ini semakin akrab di telinga warganet Indonesia.

Istilah ini merujuk pada kebiasaan terus-menerus menggulir layar gawai untuk mencari berita buruk, khususnya seputar isu politik dan sosial.

Menariknya, masyarakat Indonesia ternyata lebih sering “terjebak” dalam doomscrolling di ranah ini ketimbang topik hiburan atau lifestyle.

Baca Juga:Kenapa Jeruk Nipis Bisa Bikin Bayi Jalan? Ini Penjelasan Ahli Perkembangan AnakKenapa Jeruk Nipis Bisa Bikin Bayi Jalan? Ini Penjelasan Ahli Perkembangan Anak

Pertanyaannya kenapa isu politik dan sosial begitu bikin ketagihan untuk dikonsumsi?

Politik : Drama Tanpa Henti

Salah satu alasan utamanya adalah karena politik di Indonesia kerap hadir bak drama berseri.

Mulai dari perebutan kekuasaan, konflik partai, sampai janji-janji kampanye yang penuh intrik, semua terasa seperti tontonan yang tidak pernah selesai.

Bahkan, tiap hari selalu ada “episode baru” yang membuat publik penasaran untuk terus mengikuti.

Tak jarang, media sosial menambahkan bumbu gosip dan meme, sehingga isu serius pun bertransformasi menjadi hiburan baru.

Akibatnya, masyarakat terdorong untuk terus membaca, mengomentari, bahkan memperdebatkan hal-hal yang sebenarnya melelahkan secara emosional.

Budaya “Harus Update” di Era Digital

Masyarakat Indonesia juga dikenal dengan budaya takut ketinggalan informasi alias FOMO (Fear of Missing Out).

Baca Juga:Mau Anak Sukses dan Percaya Diri? Hentikan 4 Kalimat Berbahaya Ini10 Inspirasi Desain Rumah Minimalis 4×6 Meter yang Estetik dan Nyaman

Ketika ada trending topic tentang politik atau isu sosial, banyak orang merasa perlu ikut tahu agar bisa masuk dalam obrolan.

Baik di grup WhatsApp keluarga, tongkrongan warung kopi, hingga thread Twitter, isu politik seolah jadi “bahasa bersama” yang wajib dipahami.

Fenomena ini membuat doomscrolling menjadi kebiasaan sehari-hari: semakin banyak baca, semakin merasa “nyambung” dengan percakapan sosial.

Media Sosial Sebagai Mesin Pengganda Isu

Tak bisa dipungkiri, peran media sosial sangat besar dalam memperkuat tren doomscrolling.

Algoritma platform seperti X (Twitter), TikTok, hingga Instagram cenderung mendorong konten yang kontroversial, penuh emosi, atau mengundang perdebatan.

Isu politik dan sosial jelas memenuhi semua syarat tersebut penuh drama, sarat konflik, dan mudah dipelintir jadi konten viral.

Bahkan, satu potongan video pidato atau pernyataan politisi bisa langsung jadi bahan diskusi nasional hanya dalam hitungan jam.

0 Komentar