CIREBON, RAKCER.ID – Di balik kemudahan komunikasi di era digital, ada serangkaian aturan tak tertulis yang mengatur cara kita berinteraksi, yang sering kita sebut sebagai etika digital atau netiquette.
Memahami dan mempraktekkan ritual dan etika digital ini sangat penting untuk membangun hubungan yang baik dan menghindari kesalahpahaman.
Pentingnya Etika Digital
Mengapa etika digital itu penting? Karena teks dan emoji seringkali tidak dapat sepenuhnya menyampaikan nada suara atau ekspresi wajah. Akibatnya, pesan yang anda kirimkan bisa diinterpretasikan secara berbeda oleh penerima.
Baca Juga:Makna Di Balik Tagar #acab1312 yang Ramai di Media Sosial: Bukan Sekadar SloganNostalgia Algoritma: Mengapa Kita Suka Melihat Kenangan Lama?
Selain itu, interaksi online dapat menciptakan jejak digital yang sulit dihapus, sehingga tindakan dan komentar Anda dapat memiliki konsekuensi jangka panjang.
Aturan Tak Tertulis dalam Komunikasi Digital
1. Balas Pesan Dengan Cepat, Tapi Jangan Terlalu Cepat
Merespons pesan dengan cepat menunjukkan bahwa Nda menghargai waktu pengirim. Namun, membalas dalam hitungan detik setelah pesan masuk mungkin bisa dianggap terlalau agresif atau seolah Anda tidak punya pekerjaan lain.
Coba beri jeda beberapa menit untuk menunjukkan bahwa Anda meluangkan waktu untuk memikirkan balasan Anda.
2. Jangan Mengirim Pesan saat Anda Tahu Seseorang Sedang Tidur
Ritual ini berlaku untuk pesan teks maupun pesan pribadi di media sosial. Mengirim pesan pada jam-jam larut malam, terutama saat Anda tahu bahwa orang tersebut sedang beristirahat, bisa dianggap mengganggu dan tidak sopan.
3. Perhatikan Penggunaan Emoji dan Singkatan
Emoji bisa membantu menyampaikan emosi, namun penggunaannya yang berlebihan dapat membuat pesan terlihat tidak professional atau kekanak-kanakan.Gunakan emoji secukupnya dan pastikan maknanya dipahami secara universal.
Demikian pula dengan singkatan. Pastikan orang yang Anda ajak berkomunikasi memahami singkatan yang Anda gunakan. Jika tidak, lebih baik gunakan kata lengkapnya.
4. Jangan Menggunakan Huruf Kapital Secara Berlebihan
Dalam komunikasi online, menggunakan huruf capital secara berlebihan dianggap sebagai berteriak. Hal ini bisa menimbulkan kesan yang agresif atau marah.
Simpan penggunaan huruf capital hanya untuk penekanan pada kata-kata tertentu.
Baca Juga:Melindungi Akun Media Sosial: Cara Ampuh Melawan Hacker dan PhisingMemahami Era Post-Truth dan Bahaya Misinformasi
5. Menghargai Privasi dan Hak Cipta
Sebelum membagikan foto atau informasi pribadi orang lain, selalu minta izin terlebih dahuli. Hal yang sama berlaku untuk konten yang Anda temukan secara online, seperti foto, video, atau artkel. Pastikan Anda memberikan kredit kepada sumber aslinya.