Jangan buru-buru mengoreksi. Tenangkan dulu emosinya, baru arahkan.
6. Ajarkan Anak Menamai Emosinya
Misalnya marah, takut, kesal, bingung. Ini membantu anak lebih peka dan mampu mengelola perasaan.
Contoh Kalimat Validasi yang Bisa Dipakai
“Kamu kecewa ya? Ayah/Ibu ngerti kok.”
“Wajar banget kalau kamu marah tadi adik ambil mainanmu.”
Baca Juga:Kenapa Jeruk Nipis Bisa Bikin Bayi Jalan? Ini Penjelasan Ahli Perkembangan AnakKenapa Jeruk Nipis Bisa Bikin Bayi Jalan? Ini Penjelasan Ahli Perkembangan Anak
“Kamu takut karena tempatnya asing, ya? Itu normal kok.”
Validasi emosi bukan berarti memanjakan anak, tapi menunjukkan bahwa setiap perasaan itu normal dan boleh dirasakan.
Anak yang merasa dipahami akan lebih percaya diri, lebih tenang, dan punya hubungan emosional yang sehat dengan orang tuanya.
Jadi, yuk hadir bukan hanya sebagai pendidik, tapi juga sebagai pendengar yang sabar dan penuh empati.
Dari sinilah anak belajar bahwa dunia ini aman mulai dari rumahnya sendiri.