Puskeswan Ikut Sumbang PAD, Tidak Besar Tapi Target Selalu Tercapai

Pemkot Cirebon
Kepala DKPPP, Elmi Masruroh menunjukkan pelayaran pemeriksaan hewan peliharaan yang diberikan di Puskeswan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Meskipun tidak besar, namun Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berada di bawah UPT Pelayanan Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon menyumbang Pendapatan Asli Daerah yang selalu melebihi target.

Untuk diketahui, Puskeswan ini melayani pemeriksaan hewan-hewan peliharaan, mulai dari berbagai jenis kucing, anjing, monyet, kelinci, bahkan sampai kura-kura hingga ular.

Warga Pulobaru Utara, Entin Supriatin menjadi salah satu langganan yang memanfaatkan Puskeswan tersebut.

Baca Juga:Pemkot Cirebon dan BBWS Evaluasi Progres Penataan Sungai SukalilaRancangan RKPD 2027 Mulai Dikonsultasikan kepada Publik

Selasa (03/02) kemarin, ia datang ke Puskeswan untuk memeriksakan kondisi kucing yang ia miliki, karena satu dari lima kucing peliharaannya mengalami gejala.

“Saya punya lima kucing, yang ini ada gejala sesak napas sama demam, jadi saya bawa ke Puskeswan,” ungkap Entin kepada Rakyat Cirebon.

Selain memeriksakan hewan peliharaannya yang memperlihatkan gejala, lanjut Entin, ia juga rutin mengkonsultasikan kondisi hewan ke Puskeswan ini.

“Bukan hanya kalau lagi sakit mas, masa pertumbuhan juga saya konsultasikan, seperti waktunya vaksin, atau kalau mau steril. Setelah dari sini diperiksa biasanya ada obat racikan untuk satu minggu,” ujar Entin.

Sementara itu, Kepala DKPPP, Elmi Masruroh, melalui Kepala UPT Pelayanan Veteriner (Yanvet), Eko Yosi Indriastuti SPt menjelaskan bahwa pada dasarnya, pelayanan Puskeswan ini tidak jauh berbeda dengan Puskesmas, dimana yang diberikan adalah pelayanan kesehatan, hanya saja untuk hewan peliharaan.

“Sama saja mas, kita melakukan pemeriksaan kesehatan untuk hewan peliharaan, jika ada gejala yang diperlihatkan,” ungkap Yosi.

Tak hanya pemeriksaan terhadap gejala-gejala pada hewan peliharaan, lanjut Yosi, Puskeswan juga memberikan layanan vaksin, seperti vaksin rabies bagi hewan yang berpotensi, bahkan sampai operasi steril bagi hewan.

Baca Juga:Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Komitmen Jaga ArsipPertahankan UHC, Cakupan Kota Cirebon Capai Angka 100,33 Persen

“Tapi operasi steril ini baru untuk kucing domestik saja mas,” jelas Yosi.

Karena sesuai dengan Perda harus memberikan pemasukan untuk daerah, maka pelayanan Puskeswan ini pun menerapkan tarif retribusi, hanya saja ia memastikan, tarif yang diberlakukan masih jauh dibawah tarif klinik-klinik hewan umum.

Tidak besar, untuk tahun 2026 ini, disebutkan Yosi, pihaknya dibebankan target PAD sebesar 100 juta rupiah, dari sektor retribusi pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat veteriner dan pelayanan kesehatan hewan.

0 Komentar