Siti Farida Dorong Guru BK Bisa Lebih Humanis

Pemkot Cirebon
Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat membuka Seminar Layanan Bimbingan Konseling yang digelar PGRI. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Guru Bimbingan Konseling (BK) di Kota Cirebon dituntut untuk terus beradaptasi dengan cepat di tengah gempuran teknologi yang mengubah pola perilaku siswa.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Seminar Layanan Bimbingan Konseling yang digelar oleh PGRI Kota Cirebon bekerja sama dengan UNINDRA Jakarta di SMPN 1 Kota Cirebon, Sabtu (07/02).

Saat membuka acara, Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menekankan bahwa peran guru BK, guru kelas, hingga guru TK saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade lalu.

Baca Juga:Wakil Walikota dan Wamenperin Bahas Strategi Proteksi Industri Lokal di Kota CirebonWalikota Cirebon Optimalkan Inpres 11/2025 untuk Akselerasi Konektivitas Jalan Daerah

Era digital bukan sekadar perubahan alat komunikasi, melainkan pergeseran mendasar pada mentalitas dan interaksi sosial siswa.

“Digitalisasi membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi akses informasi terbuka lebar, namun di sisi lain, fenomena perundungan siber (cyber bullying), kecanduan gawai, hingga paparan konten negatif menjadi ancaman nyata bagi psikologis siswa,” ungkap Rida, sapaan akrab Wakil Walikota.

Rida menegaskan bahwa tema seminar “Transformasi Layanan BK di Era Digital: Adaptif, Inovatif, dan Humanis” sangat relevan untuk dipraktikkan.

Ia juga berharap para pendidik di Kota Cirebon tidak gagap teknologi agar mampu masuk ke ekosistem digital tempat para siswa berada tanpa menghilangkan sisi empati.

“Jika cara kita berkomunikasi masih menggunakan pola lama yang kaku, maka pesan bimbingan tidak akan sampai. Namun ingat, meski kita di era digital, sentuhan kemanusiaan tidak boleh hilang. Teknologi hanyalah alat, namun empati dan kemampuan mendengarkan adalah inti dari konseling,” jelas Rida.

Masih dikatakan Rida, ia mendorong agar layanan konseling tidak lagi bersifat pasif atau sekadar “menunggu bola” di ruang BK.

Inovasi melalui platform konsultasi daring yang terintegrasi atau pemanfaatan data digital dianggap perlu untuk memetakan potensi serta risiko siswa secara dini.

Baca Juga:Persimpangan Kalijaga Butuh Solusi, Sarifudin Sampai Turun Urai KemacetanHadiri Musrenbang Kecamatan Pekalipan, Wawali Minta Kedepankan Program Prioritas

Pemerintah Kota Cirebon juga memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis antara PGRI Kota Cirebon dengan UNINDRA Jakarta.

“Investasi terbaik dalam dunia pendidikan bukanlah terletak pada kemegahan bangunan sekolah, melainkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia para gurunya,” imbuh Rida.

0 Komentar