RAKYATKUNINGAN.DISWAY.ID – Lonjakan wisata alam terjadi di momen libur Lebaran tahun ini. Jalur pendakian Palutungan, Gunung Ciremai, dipadati ratusan pendaki sejak resmi dibuka kembali pada H+2 Lebaran, 22 Maret 2026.
Tak hanya pendaki reguler, tren baru berupa hiking jarak pendek turut menyedot minat pengunjung dalam jumlah besar.
Pengelola jalur pendakian Palutungan, Sandi Baron, mengungkapkan, jumlah pendaki reguler (2 hari 1 malam) sejak jalur dibuka telah mencapai sekitar 700 orang. Pendaki ini sebelumnya telah mendaftar secara online di situs resmi TNGC.
Baca Juga:Jelang Lebaran, Ribuan Mobil Rental di Ciayumajakuning Ludes Dipesan, Permintaan MelonjakTinjau Jembatan Lebak Ngok, Walikota Cirebon Pastikan Perbaikan Cepat
“Untuk pendaki reguler kurang lebih 700 orang. Itu yang mendaki ke atas sampai puncak,” ujarnya, Rabu (25/03).
Selain pendakian, primadona baru wisata alam berupa aktivitas hiking dengan rute pendek sejauh 3 hingga 4 kilometer menyusuri jalur pendakian juga mengalami lonjakan signifikan. Tercatat sekitar 600 orang memilih jalur hiking yang hanya sampai kawasan Cigowong.
Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus melakukan pendakian penuh ke puncak.
“Untuk hiking beda lagi, itu sekitar 600 orang. Biasanya maksimal sampai pos 1 Cigowong,” jelasnya.
Dari sisi pengelolaan, sistem registrasi antara pendaki reguler dan hiking dibedakan. Untuk hiking, pengunjung dikenakan biaya Rp30.000 per orang. Sementara pendaki reguler dikenakan biaya sekitar Rp120.000 per orang, termasuk booking online (PNBP), cek kesehatan dan kontribusi pengelolaan.
Di tengah tingginya aktivitas, pengelola memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. Belasan ranger disiagakan, tersebar di tiap pos, dengan pengawasan intensif selama 24 jam di titik-titik strategis seperti Pos 6 dan Cadas Poleng.
“Untuk pengamanan, setiap pos ada ranger. Khusus Pos 6 dan Cadas Poleng itu standby 24 jam,” kata Baron.
Baca Juga:
Selama periode libur Lebaran, tercatat hanya terjadi insiden ringan yang tidak membahayakan keselamatan pendaki, seperti kelelahan atau keseleo. Tidak ada kejadian fatal yang dilaporkan.
“Beberapa hari ini, evakuasi kecil kepada pendaki ada, tapi tidak terlalu urgen. Masih kategori ringan,” tambahnya.
Selain itu, fasilitas penunjang juga terus ditingkatkan. Di beberapa titik seperti Cigowong dan Pos 6, telah disediakan genset untuk kebutuhan listrik darurat, termasuk penerangan.
