Bagaimana Cara Cincin Planet Saturnus Terbentuk? Ini Dia Menurut Robin Canup dan Larry Esposito

cincin planet saturnus
Hanya Planet Saturnus yang memiliki Cincin. FOTO: pinterest/RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.IDPlanet Saturnus terkenal dengan keindahan cincinnya, dan banyak yang penasaran tentang asal-usul cincin tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh Robin Canup dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, telah membongkar misteri tersebut.

Lalu bagaimana asal-usul cincin Planet Saturnus terbentuk? simak artikel berikut.

Teori Cincin Planet Saturnus Terbentuk Menurut Robin Canup

Dalam teorinya yang dipublikasikan, Robin menjelaskan bahwa cincin Saturnus sebenarnya berasal dari sisa-sisa es yang berasal dari puing-puing Bulan yang ada sebelumnya.

Baca Juga:Penjelajah rover Perseverance NASA Temukan Bangkai Helikopter di Planet MarsHubungan Mauro Pochettino dengan Thiago Silva usai Istri Thiago Silva Berkomentar di Akun X nya

Ketika Planet Saturnus dan satelit-satelitnya terbentuk bersama-sama sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, salah satu Bulan besar Saturnus terlalu dekat dengan planet ini untuk mempertahankan orbit yang stabil. 

Akibatnya, Bulan tersebut mulai bergerak menuju dalam dan lapisan es luarnya dirobek oleh gravitasi Planet Saturnus, lalu dilemparkan ke orbit, membentuk cincin yang kita kenal saat ini.

Setelah 10.000 tahun, inti batu sisa dari Bulan tersebut akhirnya menabrak Saturnus dan mengalami kehancuran.

Robin telah membuat model komputer yang mensimulasikan rangkaian peristiwa ini. Model ini menjelaskan bahwa 90-95 persen dari cincin Planet Saturnus terdiri dari sisa-sisa batuan dan debu yang berasal dari meteorit yang menambahkan berbagai elemen ke dalam cincin selama miliaran tahun.

Teori Cincin Planet Saturnus Terbentuk Menurut Larry Esposito

Sebelumnya, teori cincin Saturnus diungkap oleh Larry Esposito yang merupakan seorang ahli astronomi planet yang terlibat dalam Misi Cassini NASA ke Saturnus.

Larry Esposito mengatakan bahwa cincin Saturnus berasal dari Bulan kecil atau komet yang tercabik-cabik oleh gravitasi planet.

Namun, teorinya tidak bisa menjelaskan mengapa cincin itu begitu dingin seperti es, mengingat Bulan dan komet mengandung banyak batu.

Baca Juga:Umay Shahab Kritik Program Makan Siang Gratis dari Paslon Prabowo-Gibran, Nama Refal Hady Ikut TerseretMasa Depan Juergen Klinsmann di Kepelatihan Timnas Korea Selatan Terancam usai Korea Selatan Tersingkir

Teori “es serut” yang diajukan oleh Robin menjadi lebih dapat diterima oleh para ilmuwan.

Meskipun demikian, teori terbaru Robin belum dapat menjelaskan semua fenomena di sekitar Saturnus, termasuk Bulan-bulan kecil yang terdapat di pinggiran cincin.

Oleh karena itu, masih banyak penelitian yang diperlukan untuk mengungkap rahasia yang lebih mendalam.

0 Komentar