Bandung Dengan Sejarah Instalasi Radio Nirkabel Masa Hindia Belanda

Bandung
Bandung Punya Instalasi Radio Nirkabel. Foto: Pinterest
0 Komentar

Dalam bukunya “Radio Malabar: Herinneringen aan een boeiende tijd 1914-1945”, Dijkstra menyatakan bahwa suasana di stasiun Cililin berbeda dengan stasiun Malabar. Stasiun Cililin terletak di pedesaan yang terasa sangat kental di sekitarnya.

Meskipun stasiun ini dekat dengan permukiman, stasiun Cililin pernah dikunjungi oleh seekor harimau. Setelah kejadian tersebut, para pegawai yang akan bekerja di stasiun harus ditemani oleh penduduk setempat untuk mencapai bangunan stasiun.

Mereka membawa alat bunyi-bunyian untuk menakuti binatang buas. Selain itu, stasiun Cililin juga pernah didatangi oleh monyet-monyet yang berasal dari gunung sekitar.

Baca Juga:Objek Wisata Curug Citambur, Sudah Ada Sejak Masa Pemerintahan BelandaObjek Wisata Curug Jompong, Sejarah Geologi Bandung

Karena suasana di Cililin yang sepi, kepala stasiun diizinkan untuk meninggalkan stasiun seminggu sekali untuk berbelanja di Bandoeng menggunakan mobil dinas mereka.

Stasiun radio Cililin yang dikunjungi oleh Dijkstra pada awalnya terbuat dari bambu dan bilik, namun baru mengalami renovasi menjadi bangunan permanen pada tahun 1926 setelah pemerintah mengambil alih aset stasiun ini dari Telefunken.

Renovasi dilakukan karena stasiun ini akan menjadi stasiun penyangga bagi stasiun Malabar, serta akan digunakan untuk melayani pengiriman radio jarak menengah ke Indochina, Ambon, atau Kupang. Selain itu, stasiun ini juga mengambil alih distribusi telegram kantor berita Hindia Belanda, Aneta. Pada saat renovasi, mesin pemancar lama diganti dengan pemancar lampu untuk gelombang pendek.

Meskipun stasiun radio di Malabar dan Cililin sudah dibangun, radio penerima di Belanda baru ada pada tahun 1919. Stasiun radio penerima pertama sementara dibangun di Blaricummer Meent.

Stasiun ini berupa rumah panggung yang berdiri 2 meter di atas permukaan tanah dan memiliki 21 antena, masing-masing setinggi 20 meter, yang diarahkan ke Bandung.

Roelof Visser adalah salah satu petugas penjaga stasiun yang bertugas sebagai petugas sinyal di stasiun tersebut.

Dia diundang oleh ir. A. Dubois, direktur pabrik persinyalan Belanda untuk menjadi petugas sinyal. Pada suatu malam, ketika sedang bertugas, Visser menerima sinyal radio pertama dari Hindia Belanda. Sinyal acak ini berasal dari stasiun radio Cililin, dan kemudian diikuti oleh sinyal dari stasiun Malabar.

0 Komentar