DICARI !! “Asep yang Hilang”, Paguyuban Asep Dunia Sampai Buka Posko Pencarian

waktu baca 2 menit
ASEP. Paguyuban Asep Dunia (PAD) membuka posko pencarian di CFD Stadion Bima, mencari Asep-Asep yang lain untuk bergabung di Paguyuban.

KESAMBI – Paguyuban Asep Dunia (PAD) DPW Ciayumajakuning membuka posko pencarian Asep, dan melaksanakan program “Mencari Asep yang Hilang” di CFD Kawasan Stadion Bima, Minggu (17/09).

Tak bergerak sendiri, para Asep yang sudah tergabung di Paguyuban, dan mencari Asep yang lain ini, juga melakukan pencarian sembari menggelar baksos kesehatan dengan memberikan terapi totok punggung kepada para pengunjung.

Ketua Paguyuban Asep Dunia (PAD) DPW Ciayumajakuning, Asep Novi Rukmana mengatakan, “Mencari Asep yang Hilang” di titik-titik keramaian merupakan salahsatu program dari PAD, yang dilaksanakan untuk mengumpulkan anggota bernama Asep di Cirebon.

Baca Juga:
Indra Sjafri Boyong 22 Pemain Timnas U-23 ke China
WELCOME Piala Asia 2024, 2-0 Lawan Turkmenistan, Indonesia Amankan Tiket ke Qatar

“Alhamdulillah, ini program kita, yang disinergikan dengan komunitas totok punggung. Kita mencari para Asep disini,” ungkap Asep Novi.

Perjalanan PAD “Mencari Asep yang Hilang” ini, lanjut Asep Novi, sudah berjalan dua Minggu, dimana PAD mencari Asep yang hilang di CFD kawasan Bima.

Diakui Asep, dengan dibukanya posko pencarian Asep, kita keanggotaan PAD sudah mulai bertambah, dimana sudah ditemukan beberapa Asep lain dan bergabung di paguyuban.

“Sudah berjalan dua minggu, dan sudah ditemukan Asep-Asep lain, saat ini kita sudah menemukan tiga Asep. Kedepan, kita akan lebih fokus di pencarian ini,” lanjut Asep Novi.

Sementara ini, kata Asep Novi, posko pencarian Asep ini baru dibuka di pusat keramaian CFD Stadion Bima, namun tidak menutup kemungkinan, posko juga akan dibuka di titik-titik keramaian lain, untuk bisa mencari dan menemukan lebih banyak Asep.

“Sementara di Bima dulu, lihat perkembangan, kita kedepan bisa di tempat keramaian lain, seperti mall. Jadi memang program penguatan organisasi ini, kita fokus mencari para Asep,” kata Asep Novi.

Sementara itu, Ketua Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) Cabang Kota Cirebon, Rudi Koharudin menambahkan, berkat kerjasama dengan Paguyuban Asep Dunia (PAD), para terapis totok punggung bisa mbuka praktek di titik-titik keramaian yang lebih ramai seperti di CFD Stadion Bima.

“Alhamdulillah, kami yang biasanya sendiri, sekarang kerjasama dengan Paguyuban Asep Dunia,” ungkap Rudi.

Biasanya, kata Rudi, para terapis totok punggung, selain membuka praktek di kliniknya, juga melakukan bakti sosial dari masjid ke masjid di Kota Cirebon.

Tinggalkan Balasan