Israel Serang Kota Rafah di Jalur Gaza, Ketua Liga Arab Beri Komentar

Kota rafah
Masjid Al-Huda yang berada di Kota Rafah Hancur Total karena Serangan Israel. FOTO: ISTIMEWA/RAKCER.ID
0 Komentar

JAKARTA, RAKCER.ID – Ketua Liga Arab telah menyoroti potensi dampak berbahaya jika pasukan Israel melakukan serangan terhadap Kota Rafah di Jalur Gaza.

Ahmed Aboul Gheit menegaskan bahwa niat Israel untuk mengusir ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi di Rafah sebagai akibat dari serangan yang tak membedakan sasaran terhadap warga sipil di wilayah tersebut, dapat menciptakan ancaman serius terhadap stabilitas regional.

Pada awal pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukannya siap memasuki kota tersebut sebagai bagian dari kampanye untuk menghancurkan kelompok militan Palestina Hamas, yang dilibatkan dalam serangan mematikan di Israel selatan pada 7 Oktober.

Baca Juga:Tanggul Sungai Cipelang Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terkena DampaknyaJusuf Kalla Ungkap Dirty Vote Hanya Baru 25 Persen dari Dugaan Kecurangan yang Terjadi di Pemilu 2024

Meskipun demikian, ia dihadapkan dengan desakan untuk tidak menyerang Kota Rafah, yang berada di perbatasan dengan Mesir dan merupakan tempat perlindungan terakhir bagi warga Gaza yang melarikan diri dari serangan Israel di wilayah pesisir lainnya.

Israel, meskipun dihadapkan dengan seruan untuk menahan diri, telah mulai melakukan serangan udara terhadap Kota Rafah

Serangan tersebut, menurut pejabat kesehatan setempat, telah menewaskan 37 orang dan melukai puluhan lainnya pada Senin dini hari.

Jamal Rushdi selaku juru bicara Aboul Gheit, mengutip pernyataan Ketua Liga Arab yang menyatakan bahwa mendorong ratusan ribu orang untuk meninggalkan Jalur Gaza merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional.

“Ini juga mewakili situasi yang berbahaya di kawasan dengan melanggar garis merah keamanan nasional negara Arab yang besar, Mesir,” ucapnya dikutip dari CNBCIndonesia.com pada Senin (12/2/2024).

“Dunia harus memperhatikan bahaya praktik Israel yang didorong oleh agenda ekstremis sayap kanan yang ingin mengosongkan Jalur Gaza dari populasinya dan mencapai pembersihan etnis secara menyeluruh, yang seharusnya tidak mendapat tempat di era ini,” tambahnya.

Rushdi menyoroti bahwa para pejabat tinggi dalam pemerintahan Israel tidak menyembunyikan niat mereka untuk merelokasi dan mengusir penduduk Palestina serta mendirikan permukiman Israel di Jalur Gaza.

Baca Juga:Perayaan Imlek 2024 di Glodok Berlangsung Meriah, Gibran, Kaesang dan Anak Prabowo Ikut MeriahkanHasil AC Milan vs Napoli di Liga Italia 2023/2024: Theo Hernandez Sukses Curi Poin 3 dari Napoli di San Siro

Oleh karena itu, langkah-langkah internasional saat ini dianggap perlu untuk mencegah kemungkinan bencana.

0 Komentar