Mencatut Nama Bupati Kuningan, Salah Satu Yayasan Hampir Tertipu

Mencatut Nama Bupati
DICATUT. Tangkapan layar percakapan whatsapp akun yang mencatut nama Bupati Kuningan, H Acep Purnama yang diduga hendak menipu. rakcer.id
0 Komentar

RAKCER.ID Modus penipuan dengan mencatut nama Bupati Kuningan H Acep Purnama MH melalui Media Sosial WhatsApp, kembali terjadi, namun tidak ada masyarakat yang menjadi korban.
Pelaku mencatut nama bupati H Acep Purnama, dan menghubungi salah satu yayasan menyampaikan amanah seolah-olah dari keluarga untuk RA Al Ihya dengan modus akan memberikan rejeki.
Namun kenyataannya tidak ada, dan penerima pesan langsung melakukan konfirmasi karena curiga akan penipuan yang mencatut nama bupati tersebut.
Kejadian ini mendapat respons Bupati Kuningan H Acep Purnama MH melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan DR Wahyu Hidayah MSi.
Dia mengimbau masyarakat jangan percaya jika ada yang menjanjikan, mengiming-iming, memberi bantuan dan jenis lainnya dengan mencatut nama pimpinan daerah dan pejabat yang akhirnya minta ditransfer kepada pelaku.
“Begitu juga jika ada yang mengaku transfer memberikan bantuan kepada salah satu lembaga agar dicek kembali penerimanya. Hal ini untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Kadis Kominfo menegaskan, dapat dipastikan yang menghubungi yayasan tersebut nomornya palsu sehingga siapapun tidak perlu menanggapinya.
Sehingga kesimpulannya itu adalah hoax. Untuk itu warga agar lebih hati-hati dan waspada dengan adanya kejadian seperti yang menimpa msalah satu yayasan tersebut.
Kadis mengingatkan kepada para pimpinan pondok pesantren, lembaga, yayasan pendidikan dan lainnya agar terus waspada, jika ada oknum yang menyasar lembaga-lembaga keagamaan.
“Jika ada yang menghubungi baik lewat medsos maupun via telepon yang mengatasnamakan pimpinan daerah dan pejabat, jangan langsung percaya,” ujar Kadis Kominfo.
“Prosedurnya tidak demikian. Cek and ricek ke pejabat bersangkutan atau ke kantor dan stafnya untuk mengkonfirmasi kebenarannya. Termasuk nomor telepon yang digunakan karena biasanya berbeda,” terangnya. *

0 Komentar