Perayaan Harlah 1 Abad NU Meriah, Mustofa Aqil Siroj Sentil PPP dan PKB

Perayaan Harlah 1 Abad NU
SUKSES. Massa memadati area perayaan Harlah 1 Abad NU tingkat Kabupaten Majalengka di alun-alun Talaga, Sabtu 11 Maret 2023 lalu. rakcer.id/pwi majalengka
0 Komentar

RAKCER.ID – Perayaan Harlah 1 Abad NU tingkat Kabupaten Majalengka berlangsung meriah dan sukses. Kegiatan besar dan baru pertama dalam sejarah NU Majalengka itu menyuguhkan lima agenda besar.

Perayaan harlah 1 Abad NU diisi kirab merah putih, resepsi harlah, panggung rakyat, tawasul tahlil serta Majalengka bermunajat (tausiyah dan istighosah).

Rangkaian perayaan harlah 1 Abad NU juga menghadirkan salah seorang Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Mustofa Aqil Siroj.

Baca Juga:Baznas Kabupaten Majalengka Tentukan Besaran Zakat Fitrah Rp32.500Tidak Aktif, Pengurus PCNU Kuningan akan Dievaluasi

Selain mengisi tausiyah dan doa dalam acara tersebut, ada sesuatu yang menarik dari pernyataan tokoh nasional tersebut.

Mustofa Aqil Siroj Sebut PPP dan PKB di Perayaan Harlah 1 Abad NU

Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon Jawa Barat ini dalam sambutanya itu menyentil partai politik (parpol) yang lahir dari rahim NU.

“Fakta sejarah telah mencatat, bahwa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan partai yang lahir dari rahim NU,” ujarnya.

“Maka kedua parpol ini harus akur dan tak boleh saling memusuhi, apalagi saling menjatuhkan,” ujar alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu dalam sambutannya, beberapa waktu lalu.

Menurut adik kandung dari mantan Ketua Umum PBNU Periode 2010-2022, Prof DR KH Said Aqil Sirodj ini, PPP yang lahir 5 Januari 1973 itu.

PPP merupakan fusi atau penyederhanaan dari empat partai keagamaan yang terdiri dari Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Parmusi.

“Penggabungan empat partai keagamaan ini menyederhanakan sistem kepartaian di Indonesia dalam menghadapi pemilu Orde Baru tahun 1973,” kata Kang Muh, sapaan ketika ditanya wartawan usai sambutan kegiatan tersebut.

Baca Juga:Desa Nunuk Baru Pertahankan Tradisi Warisan Leluhur, Lolos 100 Besar Anugerah Desa WisataHarga Komoditas Pangan Naik, Pengusaha Ternak Ayam Tingkatkan Produksi Menjelang Ramadhan

Bahkan logo atau lambang PPP itu dibuat oleh salah seorang pendiri NU bernama KH Bisri Syamsuri. Beliau melakukan istikharah kepada Allah SWT dan munculah lambang kabah.

Namun ternyata lambang itu mendapatkan penolakan keras dari Presiden Soeharto kala itu dan mengancam akan membubarkan seluruh partai Islam tersebut.

Tapi para ulama dan kyai saat itu tetap bersikukuh, hingga akhirnya tetap berlambang kabah hingga saat ini.

0 Komentar