Petani Desa Nunuk Majalengka Lebih Memilih Menanam Jagung Dibanding Padi

Petani Desa Nunuk Majalengka
LEBIH MUDAH. Petani Desa Nusuk Majalengka lebih memilih menanam jagung dibanding menanam padi, karena mengangap lebih mudah dan lebih menguntungkan. rakcer.id
0 Komentar

RAKCER.ID – Petani Desa Nunuk Kecamatan Maja, beberapa tahun terakhir memilih menanam jagung dibanding menanam padi. Hal itu karena jagung dianggap lebih menguntungkan.
Cicih, petani Desa Nunuk Majalengka mengatakan, dia dan sejumlah warga lainnya kini nyaris tidak menanam padi yang biasa mereka dan nenek moyang tekuni sejak dulu.
Bahkan sebelumnya petani Desa Nunuk Majalengka menanami tanah di kebun dengan padi huma, karena padi akan membawa keberkahan bagi petani dan bisa bertahan hidup karena cadangan beras tersedia.
Tidak heran bagi warga kampung zaman dulu, beras jatuh pun dipungut karena padi akan menangis jika dibuang.
Pola pikir semacam itu kini tidak berlaku, masyarakat memilih menanam jagung sedangkan beras bisa dibeli dari hasil penjualan jagung.
“Sekarang sudah lumrah orang kampung membeli beras ke kota karena petani jarang yang menanam padi,” kata dia.
Menurutnya menanam jagung lebih mudah, begitu hujan turun bisa langsung tanam. Sedangkan tanam padi harus menunggu curah hujan tinggi dan sawah digenangi air, sementara di wilayahnya tidak tersedia saluran irigasi.
Selain itu hasil produksi jagung juga lebih banyak dibanding padi, dari 1 kg bibit jagung bisa diperoleh 4 hingga 5 kuintal jagung pipilan kering.
Pemeliharaan juga demikian mudah, begitu tanam, tinggal menunggu menyiangi dan memupuk serta sesekali menyemprot jika diserang hama.
Namun tanaman jagung relatif lebih aman dari serangan hama. Dari sisi harga menurut para petani, jagung juga relatif lebih stabil.
“Paling kalau panen dan menjemur yang butuh tenaga banyak, serta jemur jagung lebih lama,” kata Siti Aliah, petani lainnya.
Sedangkan tanaman padi butuh air yang cukup, pupuk yang banyak, sementara harga pupuk kian mahal, upah kerja semakin mahal mulai dari mentraktor dan mencangkul pematang.
Menanam juga tidak hanya dikerjakan perempuan karena harus menggaret, belum menyiangi, memupuk, mengelurkan ongkos panen, dan sebagainya.
“Mending kalau hasilnya banyak, kalau sudah kena serangan hama, ruginya besar,” ujar Cicih.
Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Cibodas Kecamatan Majalengka, banyak petani yang memilih menanam jagung dan palawija seperti bawang merah atau cabai rawit.

0 Komentar