Philippe Troussier Pelatih Timnas Vietnam Resmi Dipecat Setelah 3 Kali Kalah dari Timnas Indonesia?

Philippe Troussier Pelatih Timnas Vietnam Resmi Dipecat Setelah 3 Kali Kalah dari Timnas Indonesia?
Philippe Troussier pelatih Timnas Vietnam. Foto: Pinterest/Rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Hanya dalam hitungan bulan, Philippe Troussier yang dijuluki “Ahli Sihir Putih” Vietnam merasakan karma atas perkataannya. Digembar-gemborkan sebagai penyelamat Vietnam, Troussier justru dipecat setelah menelan pil pahit kekalahan 3 kali beruntun dari Timnas Indonesia.

Kekalahan telak 0-3 di kandang sendiri pada leg kedua babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menjadi titik balik pemecatan Troussier. Kekalahan ini menandakan hattrick kekalahan Vietnam dari Indonesia, setelah sebelumnya Vietnam kalah 0-1 dari Indonesia di fase grup Piala Asia 2023 pada 19 Januari 2024 dan kalah 0-1 dari Indonesia leg pertama kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Keputusan Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) memecat Troussier terbilang cepat dan tegas. Hal ini menunjukkan kekecewaan besar VFF atas performa Vietnam di bawah asuhan Troussier.

Baca Juga:Asma dan Olahraga: Amankah?3 Rekomendasi Jubah Terbaik untuk Lebaran yang Menawan

Troussier: Dari Pahlawan Menjadi Pesakitan

Kedatangan Troussier ke Vietnam disambut bak pahlawan. Reputasinya sebagai pelatih berpengalaman yang sukses mengantarkan Jepang juara Piala Asia 1992 dan Afrika Selatan juara Piala Afrika 1996 menjadi harapan besar Vietnam untuk meraih prestasi di level internasional.

Namun, Troussier gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Vietnam tampil inkonsisten dan tak menunjukkan perkembangan signifikan. Puncaknya adalah 3 kekalahan beruntun dari Timnas Indonesia yang membuat publik Vietnam geram.

Hina Shin Tae-yong, Berbuah Karma

Salah satu faktor yang mempercepat pemecatan Troussier adalah pernyataannya yang meremehkan Shin Tae-yong. Di tengah performa Vietnam yang menurun, Troussier sempat melontarkan kalimat sinis, “Shin Tae-yong hanya pelatih biasa.”

Pernyataan arogan tersebut menjadi bumerang bagi Troussier. Kekalahan telak dari Timnas Indonesia seakan menjadi karma atas ucapannya yang meremehkan Shin Tae-yong. Publik Vietnam pun ramai-ramai menuntut pemecatan Troussier.

Kegagalan Troussier: Pelajaran Berharga bagi Vietnam

Pemecatan Troussier menjadi pelajaran berharga bagi Vietnam. VFF harus lebih selektif dalam memilih pelatih dan tidak terlena dengan reputasi semata. Vietnam membutuhkan pelatih yang memiliki visi dan strategi yang jelas untuk membangun tim yang kuat dan berprestasi.

Di sisi lain, kebangkitan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong menjadi bukti bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang. Tim Garuda menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat di Asia Tenggara.

0 Komentar