Program Makan Siang Gratis Berubah Nama Jadi Makan Bergizi Gratis Tujuannya Untuk Penguatan Implementasi dan

Program Makan Siang Gratis Berubah Nama Jadi Makan Bergizi Gratis Tujuannya Untuk Penguatan Implementasi dan
Program nasional yang sebelumnya dikenal sebagai program makan siang gratis akan segera menyandang nama baru, mengalihkan fokusnya ke aspek nutrisi.Foto : Pinterest.com/rakcer.id
0 Komentar

JAKARTA, RAKCER.ID – Program nasional yang sebelumnya dikenal sebagai program makan siang gratis akan segera menyandang nama baru, mengalihkan fokusnya ke aspek nutrisi.

Dedi Kurnia Syah, seorang analis politik ternama sekaligus kepala dari Indonesia Political Opinion, berpendapat bahwa perubahan ini bisa membawa dampak significant terhadap cara pelaksanaan program tersebut.

“Mengganti nama program mungkin tampak sepele, namun bisa jadi krusial bagi implementasinya. Contohnya, dengan penambahan kata ‘bergizi’, ini bisa membatasi target program hanya pada siswa dari kelompok ekonomi tertentu,” ujar Dedi dalam sebuah wawancara di Jakarta, tanggal 23 Mei 2024.

Baca Juga:Cara Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir dan Syarat yang Harus DilengkapiIni 6 Kelebihan Bank Jago yang Memudahkan dalam Mengatur Uang

Perubahan nama ini diumumkan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut melalui wawancara eksklusif dengan tvOne.

 Prabowo mengatakan, “Setelah pelajari lebih mendalam, kami menyadari bahwa ‘makan bergizi gratis’ merupakan istilah yang lebih tepat. Ini karena jadwal sekolah anak-anak yang biasanya mulai pagi dan berakhir sekitar siang.

Kami ingin memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup dan tidak harus menunggu sampai siang untuk makan.”

Prabowo mengemukakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak, namun diharapkan juga akan mendorong perekonomian Indonesia. Lebih lanjut, ia mengungkapkan, “Ini berkaitan erat dengan masa depan bangsa.

Kita harus menyadari bahwa hampir 25% anak-anak kita mengalami malnutrisi. Ini situasi yang sangat memprihatinkan.”

Indonesia berada di ambang menjadi salah satu dari beberapa negara yang mengimplementasikan program serupa. “Ada 76 negara yang sudah menerapkan program makan bergizi di sekolah, dan 6 negara lainnya sedang dalam tahap persiapan.

Kami berharap bisa menjadi negara ke-77 yang sukses menerapkan program ini,” ujar Prabowo.

Baca Juga:5 Kelebihan Warung Madura yang Membuat Pemilik Ritel Modern Seperti Alfamat dan Indomart TerancamTengku Dewi Fokus Kehamilan dan Persiapan Persalinan Usai Ungkap Bukti Perselingkuhan Andrew Andika

Pilot project yang dilakukan sebelumnya telah menunjukkan hasil positif, dimana anak-anak lebih rajin dan fokus dalam belajar.

Program ini tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan anak-anak tapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi lokal, terutama bagi petani dan peternak. “Saya yakin ini akan menjadi growth driver yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ini menandakan optimisme besar kami untuk masa depan bangsa,” tutup Prabowo.

0 Komentar