Demonstrasi ini bertujuan agar masyarakat, terutama siswa dan perangkat desa, dapat memahami cara menggunakan aplikasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama sesi presentasi dan demonstrasi. Para peserta menunjukkan minat besar terhadap inovasi ini, terutama dalam hal potensi implementasi Poricare di daerah lain yang menghadapi permasalahan banjir serupa.
Peluncuran aplikasi Poricare ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan aksi nyata untuk mengatasi permasalahan banjir dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis teknologi.
Baca Juga:Modus Arisan Online, Tersangka LA Ditangkap Kepolisian Cirebon Kota Setelah Menipu Korban Hingga Rp451 JutaSMA Negeri 3 Cirebon Terus Ciptakan Prestasi dengan Pendekatan Belajar yang Humanis
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa, inovasi ini berpotensi berkembang lebih luas serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan.
Sebagai tim pengembang, tim N2M berharap aplikasi ini tidak hanya berhenti pada tahap perlombaan, tetapi juga dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah air, hijau, dan bebas banjir.