Forum Musyawarah Ulama Cirebon Raya Terbentuk, Pemkot Siap Bersinergi

Pemkot Cirebon
Forum Musyawarah Ulama (Formula) se-Cirebon Raya terbentuk, Wakil Presiden RI ke-13, Ma\'ruf Amin hadir langsung. FOTO: IST/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon mendukung penuh penguatan peran ulama dalam struktur sosial kemasyarakatan.

Hal ini dibuktikan dengan sambutan hangat jajaran pemerintah Kota Cirebon atas terbentuknya Forum Musyawarah Ulama (Formula) Se-Cirebon Raya.

Bagi Pemkot Cirebon, keberadaan forum ini bukan sekadar wadah berkumpulnya para tokoh agama, melainkan mitra strategis dalam merumuskan kebijakan publik yang memiliki landasan moral dan etika yang kuat.

Baca Juga:Soal Batas Belum Tuntas, Komisi I Sidak ke PerbatasanSoal Penerangan Jalan, Pemkot Cirebon Belajar ke Kabupaten Madiun

Dukungan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang harmonis antara umara dan ulama demi kemajuan daerah yang lebih terukur dan berkah.

Langkah konkret dukungan tersebut terlihat dalam agenda Silaturahim Ulama dan Pembentukan Formula Se-Cirebon Raya yang digelar di Bandar Djakarta Cirebon, Senin (16/02).

Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, hadir langsung untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

Rida, sapaan akrab Wakil Walikota menyampaikan bahwa Pemkot Cirebon sangat menyadari pembangunan fisik yang megah tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan bimbingan moral dari para kyai dan alim ulama.

Rida pun mengungkapkan, Forum Musyawarah Ulama ini merupakan momentum penting bagi pemerintah untuk kembali duduk dan mendengarkan arah pandang para pemuka agama.

“Dalam tradisi luhur Cirebon, sinergi antara Ulama dan Umara adalah fondasi utama pembangunan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa kebijakan publik yang kami jalankan tidak akan memiliki ruh jika tidak mendapatkan bimbingan moral dari para kyai dan alim ulama,” ungkap Rida.

Di tengah persimpangan zaman, lanjut Rida, kemajuan teknologi terkadang melampaui kesiapan mental masyarakat, sehingga kehadiran Formula diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam akselerasi pembangunan, sehingga modernisasi yang terjadi di Kota Cirebon tetap berjalan di atas rel etika dan nilai-nilai luhur keagamaan.

Baca Juga:Walikota Cirebon Dorong Pramuka Jadi Benteng Karakter dan Pionir DigitalLaunching PBB-P2 2026, Pemkot Cirebon Beri Diskon 50 Persen untuk Tunggakan Pajak

Lebih jauh, Rida juga menyoroti isu-isu mendesak seperti kelestarian lingkungan dan transformasi ekonomi, dan ia berharap para ulama melalui Formula dapat memberikan perspektif fikih lingkungan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat pesisir.

“Kami memerlukan tuntunan ulama agar transisi ekonomi ini tidak meninggalkan mereka yang lemah, namun justru menjadi sarana pemberdayaan ekonomi umat berbasis ekosistem syariah yang berkeadilan,” ujar Rida.

0 Komentar