5. “Apa momen paling menyenangkan atau lucu yang kamu alami hari ini?”
Tawa adalah salah satu cara terbaik mempererat hubungan. Saat anak mengingat kembali hal lucu atau menyenangkan, suasana hati mereka jadi lebih positif. Orang tua pun ikut merasakan kebahagiaan itu.
6. “Apa satu hal yang bisa kamu lakukan lebih baik besok?”
Baca Juga:Anak Lebih Mandiri dan Percaya Diri? Coba Terapkan Aturan Parenting 7-7-7Tradwife Adalah Gaya Hidup Istri Tradisional, Benarkah Kembali Populer di Era Modern?
Pertanyaan ini mengajarkan anak refleksi diri. Mungkin hari ini mereka menunda PR, malas membereskan mainan, atau kurang sopan pada teman.
Dengan menanyakan hal ini, anak belajar bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk jadi lebih baik tanpa merasa digurui.
7. “Apa yang paling kamu suka atau tidak suka dari hari ini?”
Pertanyaan ini membantu anak mengenali preferensi dan batasan dirinya. Orang tua juga bisa lebih memahami apa yang membuat anak nyaman atau sebaliknya.
Dari sini, kita bisa membimbing anak untuk belajar memilih, beradaptasi, sekaligus mengelola rasa kecewa.
Membangun kedekatan dengan anak ternyata tidak selalu butuh waktu lama. Lewat pertanyaan singkat dan konsisten, kita bisa membantu anak tumbuh lebih percaya diri, empatik, dan terbuka.
Ingat, yang paling penting bukan seberapa banyak pertanyaan yang kita ajukan, tapi bagaimana kita mendengarkan dengan penuh perhatian.
Baca Juga:5 Inspirasi Rumah Sederhana Ala Eropa yang Elegan di Lahan Terbatas10 Inspirasi Rumah Kecil 6×9 Meter dengan Kombinasi Batako dan Kayu
Karena bagi anak, merasa didengar adalah bentuk kasih sayang yang nyata.