Anak 3 Tahun Sudah Belanja Sendiri? Ini Rahasia Pola Asuh Orang Tua Jepang

Anak 3 Tahun Sudah Belanja Sendiri? Ini Rahasia Pola Asuh Orang Tua Jepang
Rahasia Anak mandiri ala orang tua di Jepang. Foto: Pinterest
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Jika di banyak negara anak-anak kecil selalu ditemani orang tua saat pergi ke sekolah atau sekadar ke minimarket, lain halnya dengan Jepang.

Anak-anak di Negeri Sakura justru sudah terbiasa mandiri sejak usia belia.

Bahkan, sejak umur 3–5 tahun mereka sudah bisa berjalan sendiri ke sekolah, membeli kebutuhan rumah tangga di supermarket, hingga mengantarkan paket tanpa ditemani orang dewasa.

Baca Juga:Mengejutkan! Anak Bisa Jadi Cerdas Tanpa Sekolah Mahal, Ini TriknyaAnak Jarang Main di Luar Rumah? Saatnya Kenalkan Parenting Berbasis Alam

Fenomena ini sempat menjadi sorotan dunia setelah Netflix menayangkan reality show berjudul Old Enough, yang memperlihatkan keseharian anak-anak Jepang melakukan tugas rumah tangga maupun perjalanan singkat seorang diri. Lalu, apa sebenarnya rahasia di balik kemandirian anak-anak Jepang?

Alasan Anak di Jepang Mandiri Sejak Usia Dini

Berikut tiga alasan utama yang membuat mereka terkenal mandiri sejak dini:

1. Lingkungan Aman dan Infrastruktur Ramah Anak

Salah satu faktor terbesar yang membuat anak-anak Jepang bisa mandiri adalah tingkat kriminalitas yang rendah serta infrastruktur kota yang dirancang ramah anak.

Jalanan di Jepang memiliki batas kecepatan rendah, trotoar aman, dan pengemudi terbiasa memberi jalan kepada pejalan kaki. Hal ini membuat anak-anak relatif aman untuk bepergian seorang diri, bahkan di usia taman kanak-kanak.

Tak heran, pemandangan anak kecil berjalan sendirian di jalan umum menjadi hal biasa di Jepang.

2. Budaya Orang Tua yang Mendorong Kemandirian

Berbeda dengan sebagian besar orang tua di negara lain yang cenderung protektif, orang tua Jepang justru terbiasa melatih anak untuk bertanggung jawab sejak kecil.

Terdapat banyak keluarga di Jepang tidak memiliki pilihan lain selain mendidik anak untuk mandiri karena kesibukan bekerja serta minimnya bantuan dari kakek-nenek atau pengasuh.

3. Pendidikan Kemandirian Sejak Usia Dini

Baca Juga:Fenomena Male’s Performative di Kalangan Gen Z, Gaya Estetis atau Sekadar Pencitraan?Batasan Mengunggah Konten Anak di Media Sosial, Lindungi Privasi dan Hak Mereka

Anak-anak Jepang tidak hanya diajarkan membaca dan berhitung di sekolah, tetapi juga diajar bertanggung jawab pada tugas sehari-hari. Misalnya, mereka diminta membersihkan kelas, menjaga barang bawaan, hingga pergi ke sekolah tanpa ditemani.

Kebiasaan ini membuat mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan tanggung jawab yang kuat.

Kemandirian anak-anak Jepang membuktikan bahwa pola asuh dan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk karakter.

0 Komentar