CIREBON, RAKCER.ID – Di era serba digital, anak-anak makin jarang menyentuh tanah, memanjat pohon, atau sekadar berlarian di alam terbuka.
Padahal, alam bukan hanya tempat bermain, tapi juga guru kehidupan terbaik bagi si kecil.
Yuk, kenalkan anak pada dunia yang sesungguhnya alami, nyata, dan membentuk karakter!
Baca Juga:Fenomena Male’s Performative di Kalangan Gen Z, Gaya Estetis atau Sekadar Pencitraan?Batasan Mengunggah Konten Anak di Media Sosial, Lindungi Privasi dan Hak Mereka
Inilah yang disebut parenting berbasis alam, sebuah pendekatan pengasuhan yang semakin relevan bagi orang tua masa kini.
Apa Itu Parenting Berbasis Alam?
Parenting berbasis alam adalah pola asuh yang menjadikan alam sebagai media belajar, bermain, dan tumbuh kembang anak.
Fokusnya bukan pada gadget atau mainan mahal, tetapi pada pengalaman hidup nyata dengan menyentuh tanah, mendengar suara burung, merasakan angin, hingga bermain air hujan.
Dengan cara ini, anak tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar nilai-nilai penting yang membentuk karakter mereka sejak dini.
Manfaat Parenting Berbasis Alam
Berikut beberapa manfaat yang didapatkan anak ketika orang tua menerapkan paranting berbasis alam:
1. Mengasah Kemandirian dan Kepekaan
Anak belajar mengambil keputusan, mengenali risiko, dan percaya pada instingnya.
2. Merangsang Kreativitas dan Imajinasi
Batu, ranting, atau daun bisa berubah menjadi mainan seru di mata anak.
3. Meningkatkan Kesehatan Mental dan Fisik
Bermain di alam terbuka menurunkan stres, melatih motorik, sekaligus menjaga mood anak tetap positif.
4. Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Lingkungan
Baca Juga:Mengapa Parenting Modern Terasa Lebih Berat? Ini Alasan yang Perlu Dipahami7 Alarm Bahaya Parental Burnout, Jangan Tunggu Sampai Terlambat!
Anak yang dekat dengan alam cenderung lebih peduli terhadap hewan, tumbuhan, dan kelestarian bumi.
Aktivitas Parenting Berbasis Alam yang Bisa Dicoba
Beberapa rekomendasi parenting berbasis alam yang bisa dicoba:
1. Berkebun Bersama
Ajarkan anak menanam sayur atau bunga, lalu biarkan mereka merawat hingga tumbuh.
2. Jalan-jalan ke Alam Terbuka
Kunjungi sawah, hutan kota, pantai, atau danau. Ajak anak mengamati burung, serangga, atau bentuk awan.
3. Mandi Hujan dan Main Lumpur
Biarkan anak merasakan sensasi alami yang jarang mereka dapatkan.
4. Membuat Kerajinan dari Alam
Kumpulkan daun, ranting, atau batu, lalu jadikan karya seni sederhana.
5. Matikan Gadget, Nyalakan Indera
Dengarkan suara jangkrik, hirup aroma tanah basah, atau rasakan hembusan angin di wajah.