CIREBON, RAKCER.ID – Di era digital seperti sekarang, media sosial menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Banyak orang tua senang membagikan momen-momen berharga anak mereka, mulai dari perkembangan kecil hingga pencapaian tertentu.
Namun, tanpa disadari, hal ini bisa membawa dampak negatif bagi anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami batasan mengunggah konten anak di media sosial.
1. Pertimbangkan Privasi Anak
Baca Juga:Ibu Rumah Tangga Sekaligus Pekerja? Ini 6 Kunci Self Care Agar Tidak Burnout7 Pertanyaan Ajaib yang Bisa Perkuat Bonding Orang Tua dan Anak Setiap Hari
Anak-anak belum bisa menilai risiko atau memberi persetujuan secara matang terkait publikasi foto atau video mereka di dunia maya. Saat mengunggah momen anak, orang tua perlu memikirkan privasi mereka. Foto atau video yang dibagikan saat anak masih kecil bisa menjadi masalah ketika mereka dewasa dan ingin menjaga privasinya.
2. Dampak Psikologis
Mengunggah anak secara terus-menerus bisa memengaruhi kesehatan mental mereka. Anak-anak mungkin merasa tertekan atau cemas karena selalu ada ekspektasi untuk tampil “sempurna” di media sosial. Selain itu, konten yang diunggah berpotensi digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga berdampak pada perkembangan psikologis anak.
3. Hormati Hak Anak atas Gambar Mereka
Di banyak negara, anak memiliki hak atas privasi dan kontrol atas gambar mereka sendiri. Orang tua bertanggung jawab melindungi hak ini. Mengunggah foto anak tanpa pertimbangan bisa melanggar prinsip privasi, bahkan berpotensi memiliki konsekuensi hukum.
4. Hindari Eksploitasi Anak
Fenomena sharenting—kombinasi “sharing” dan “parenting”—mendorong orang tua membagikan konten anak demi popularitas atau pengikut. Orang tua sebaiknya memastikan momen yang dibagikan benar-benar bermanfaat bagi anak, bukan hanya untuk mendapatkan perhatian atau keuntungan tertentu.
5. Waspadai Potensi Penyalahgunaan Data
Setiap informasi yang dibagikan di media sosial, termasuk foto, tanggal lahir, lokasi, dan aktivitas anak, berisiko disalahgunakan. Pihak yang berniat jahat bisa memanfaatkan data tersebut untuk tujuan merugikan. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati sebelum mengunggah apapun yang bersifat pribadi.
6. Atur Pengaturan Privasi
Jika orang tua tetap ingin berbagi momen anak, manfaatkan pengaturan privasi di media sosial. Sebagian besar platform memungkinkan kita membatasi siapa yang dapat melihat konten. Mengatur batasan ini membantu mengurangi risiko orang luar menyalahgunakan foto atau informasi anak.