Mau Anak Sukses dan Percaya Diri? Hentikan 4 Kalimat Berbahaya Ini

Mau Anak Sukses dan Percaya Diri? Hentikan 4 Kalimat Berbahaya Ini
Ucapan yang jangan dikatakan oleh orang tua. Foto: Pinterest/rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Setiap orang tua pasti punya harapan besar pada anaknya sukses di masa depan dan memiliki kesehatan mental yang baik.

Namun, jalan menuju itu semua tidak bisa instan. Peran orang tua sangat besar dalam membentuk karakter, pola pikir, hingga masa depan anak.

Salah satu hal penting yang sering terlewat adalah ucapan orang tua kepada anak. Kata-kata yang dilontarkan sehari-hari ternyata punya pengaruh kuat terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga:Anak 3 Tahun Sudah Belanja Sendiri? Ini Rahasia Pola Asuh Orang Tua JepangMengejutkan! Anak Bisa Jadi Cerdas Tanpa Sekolah Mahal, Ini Triknya

Jika orang tua sering salah bicara, hal itu bisa membuat anak kehilangan rasa percaya diri, kurang motivasi, bahkan kesulitan dalam bersosialisasi.

Menurut buku “Raising an Entrepreneur: How to Help Your Children Achieve Their Dream” karya Margot Machol Bisnow ada beberapa kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan oleh orang tua. Berikut penjelasannya.

1. “Ayah dan ibu akan kasih uang kalau nilai kamu bagus.”

Sekilas, kalimat ini terdengar seperti motivasi. Namun, memberi hadiah berupa uang setiap kali anak mendapat nilai bagus justru bisa menurunkan motivasi alami mereka.

Anak akan belajar bahwa belajar hanya untuk imbalan, bukan karena ingin berkembang.

Prestasi memang penting, tapi orang tua juga harus mendukung aspek lain dalam kehidupan anak, seperti keterampilan sosial, kreativitas, dan rasa percaya diri. Dengan begitu, anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh, bukan sekadar “mesin nilai”.

2. “Jangan main sepulang sekolah, sampai nilai kamu meningkat.”

Banyak orang tua yang terlalu menekankan akademis dan lupa bahwa bermain juga bagian penting dari proses belajar. Lewat bermain, anak belajar bersosialisasi, membuat aturan, hingga mengambil keputusan.

Baca Juga:Anak Jarang Main di Luar Rumah? Saatnya Kenalkan Parenting Berbasis AlamFenomena Male’s Performative di Kalangan Gen Z, Gaya Estetis atau Sekadar Pencitraan?

Jika anak dilarang bermain, mereka justru bisa kehilangan kesempatan berharga untuk mengasah keterampilan hidup. Jadi, daripada melarang total, orang tua sebaiknya mendampingi dan menyeimbangkan antara belajar dan bermain.

3. “Ayah/ibu tidak percaya kamu, jadi PR kamu harus dicek terus.”

Setiap anak butuh rasa percaya dari orang tuanya. Jika orang tua selalu meragukan kemampuan anak, hal itu bisa membuat mereka minder dan tidak percaya diri.

0 Komentar