CIREBON, RAKCER.ID – Dunia musik selalu bervolusi dan beradaptasi dengan teknologi dan selera zaman. Namun, dalam satu dekade terakhir, tranformasi yang terjadi terasa lebih radikal dan cepat. Industri yang dulunya didominasi oleh panggung-panggung megah, CD fisik, dan siaran radio, kini telah bergeser ke ranah digital yang lebih personal dan instan, yaitu layar smartphone, terutama di platform TikTok.
Transformasi dunia musik di media sosial ini bukan hanya tentang platform, tetapi juga tentang bagaimana musik diciptakan, ditemukan, dinikmati, dan bahkan mendefinisikan seorang seniman.
Era Panggung dan Media Tradisional: Kejayaan Fisik dan Aura Bintang
Dulu, perjalanan seorang musisi menuju puncak adalah proses panjang yang seringkali dimulai dari panggung-panggung kecil, kemudian naik ke acara festival besar, dan akhirnya tur konser di stadion.
Baca Juga:Peran Media Sosial dalam Aksi Demonstrasi: Mengubah Lanskap Aksi MassaPengaruh Media Sosial dalam Industri Hiburan: Revolusi dan Transformasi
Radio dan televisi adalah gerbang utama menuju telinga dan mata jutaan orang. Di mana kesuksesan diukur dari penjualan album fisik, jumlah penonton konser, dan frekuensi lagu diputar di stasiun radio.
Aura bintang adalah segalanya. Musisi seringkali dipandang sebagai sosok yang sulit dijangkau, dengan kehidupan glamor yang terpisah dari penggemar.
Interaksi terbatas pada sesi tanda tangan atau sapaan singkat di konser. Musik, dalam banyak hal, adalah pengalaman yang lebih terencana dan monumental. Peluncuran album adalah peristiwa besar, dan video klip adalah karya seni yang mahal dan diproduksi secara profesional.
Revolusi Digital Awal: Streaming dan Keterhubungan yang Lebih Dekat
Kedatangan internet dan platform straming seperti YouTube, Spotify, dan Apple Music menjadi gelombang pertama transformasi. Album fisik mulai tergantikan, dan aksesibilitas musik menjadi tak terbatas.
Musisi bisa menjangkau audiens global dengan lebih mudah, penggemar bisa menemukan genre serta artis baru di luar batasan radio lokal.
Pada fase ini, media sosial seperti Facebook dan Instagram mulai mempersingkat jarak. Musisi bisa berbagi cuplikan di balik layar, foto tur, atau bahkan berinteraksi langsung dengan penggemar melalui kolom komentar. Namun, format konten masih cenderung ke arah “produksi” yang lebih tinggi, seperti video musik resmi atau unggahan foto berkualitas.