4. Produktivitas menurun: Energi terkuras buat mikirin isu yang sebenarnya di luar kendali kita.
Cara Keluar dari Kebiasaan Doomscrolling
Berhenti doomscrolling memang nggak instan, tapi bisa dilatih dengan langkah sederhana:
1. Batasi waktu layar sebelum tidur. Pasang alarm atau gunakan fitur “screen time” untuk stop scroll.
Baca Juga:Kenapa Jeruk Nipis Bisa Bikin Bayi Jalan? Ini Penjelasan Ahli Perkembangan AnakKenapa Jeruk Nipis Bisa Bikin Bayi Jalan? Ini Penjelasan Ahli Perkembangan Anak
2. Kurasi konten. Unfollow akun yang terlalu sering posting berita negatif tanpa solusi.
3. Ganti kebiasaan. Daripada scroll berita, coba baca buku ringan, dengerin podcast, atau meditasi singkat.
4. Sadar bahwa kita nggak harus tahu semuanya. Pilih informasi yang relevan, bukan semua hal yang lewat di timeline.
5. Praktik mindfulness. Tarik napas dalam, sadari momen sekarang, lalu tanyakan “Apakah berita ini benar-benar penting untukku?”
Doomscrolling mungkin terlihat remeh, tapi kalau dibiarkan bisa merusak kesehatan mental, tidur, bahkan kualitas hidup kita.
Apalagi di tengah hiruk-pikuk berita politik dan sosial di Indonesia, penting banget buat tahu kapan harus berhenti.
Ingat, menjaga kesehatan mental bukan berarti menutup mata dari masalah bangsa, tapi tahu batas supaya diri kita nggak ikut “runtuh” bersama berita buruk.
Jadi, kapan terakhir kali kamu kebablasan doomscrolling sampai subuh?