Mengenal Empati Berjarak, Berikut Cara Tetap Peduli Tanpa Terbakar Emosi

Mengenal Empati Berjarak, Berikut Cara Tetap Peduli Tanpa Terbakar Emosi
Mengenal empati berjarak. Foto: Pinterets/rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID – Di tengah derasnya arus informasi dan isu sosial, banyak orang merasa lelah secara emosional akibat terlalu larut dalam perasaan orang lain.

Psikolog kini menekankan pentingnya konsep empati berjarak, yaitu kemampuan untuk tetap peduli tanpa terbawa emosi secara berlebihan.

Menurut psikolog, empati berjarak memungkinkan seseorang memahami perasaan orang lain tanpa kehilangan kendali emosinya.

Baca Juga:Kenapa Kita Suka Baca Berita Negatif? Rahasia Otak di Balik Fenomena Doomscrolling5 Cara Ampuh Lepas dari Doomscrolling, Biar Hidup Lebih Tenang dan Tidur Nyenyak

Konsep empati berjarak ini berbeda dengan empati melelahkan, yang sering membuat stres, cemas, atau kelelahan mental.

“Empati berjarak bukan berarti acuh tak acuh. Justru ini cara sehat untuk tetap peduli sambil menjaga keseimbangan psikologis,” ujar seorang psikolog klinis.

Perbedaan Empati Sehat dan Empati Melelahkan

Empati sehat mendorong tindakan peduli yang efektif dan realistis, sementara empati melelahkan membuat seseorang larut dalam perasaan orang lain tanpa batas, hingga kesehatan mental terganggu.

Contoh Penerapan Empati Berjarak

Berikut contoh sederhana untuk bisa menerapkan empati berjarak:

1. Isu HAM atau sosial: Peduli dengan mengikuti berita atau berdonasi, tapi tetap menjaga waktu untuk istirahat.

2. Teman atau keluarga: Memberikan dukungan tanpa ikut terseret stres emosional.

3. Aktivisme online: Mengomentari isu sosial secara konstruktif tanpa terlibat drama media sosial.

Psikolog menyarankan beberapa langkah praktis untuk mengembangkan empati berjarak, seperti menyadari batasan diri, membatasi konsumsi berita negatif, praktik mindfulness, dan fokus pada tindakan positif yang realistis.

Baca Juga:5 Instrumen Investasi untuk Merdeka Finansial di Masa TuaBahaya! Efek Doomscrolling pada Kesehatan Mental, Dari Cemas Berlebih sampai Overthinking Kronis

Dengan menerapkan empati berjarak, masyarakat tetap bisa peduli pada isu sosial, membantu orang lain, dan menjaga kesehatan mental tetap stabil, tanpa terbakar emosi akibat terlalu larut dalam masalah orang lain.

0 Komentar