Kondisi Pemain Perseta 1970
Akun media sosial Perseta baru saja mengunggah video yang menunjukkan kondisi Firman setelah pertandingan. Di video itu, Firman menampilkan luka-luka di dadanya dan mengatakan kalau dadanya masih terasa sakit. Sampai akhirnya, karena rasa sakitnya tidak kunjung hilang, Firman dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
“Pemain sudah meminta maaf tapi agak tidak ada itikadnya,” jawab Firman ketika ditanya soal permintaan maaf dari Hilmi.
Komdis PSSI Menghimbau
Ketua Komisi Disiplin PSSI, Umar Husin, langsung mengatakan kejadian itu pelanggaran berat yang tidak bisa diinvasi di dunia olahraga, apalagi sepak bola
Baca Juga:Timnas Futsal Indonesia Menjadi Tuan Rumah, Capt Iqbal Panggil Masyarakat Untuk MendukungPersiapan Timnas Futsal Indonesia Untuk Piala Asia 2026
Umar pun mengatakan, perlindungan keselamatan atlet sudah diatur jelas dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dan makin ditegaskan lagi dalam Kode Disiplin sepak bola. Aturan-aturan inilah yang jadi dasar hukum Komdis buat kasih sanksi tegas ke pelanggaran brutal kayak kemarin.
Ia juga menambahkan seperti ini ” “Turunannya khusus sepak bola ada di Kode Disiplin. Untuk mencegah tindakan-tindakan brutal yang berulang-ulang, aturan ini memang harus ditegakkan secara tegas,” ujarnya.
“Oleh karena itu, pihak-pihak yang mengancam perkembangan sepak bola yang kondusif ini akan kami berikan tindakan,” tegas Umar.
Komdis PSSI juga mengingatkan semua perangkat disiplin di setiap level kompetisi, termasuk panitia disiplin daerah, supaya tidak ragu memberikan hukuman berat untuk pelanggaran yang keras dan brutal. Soal kasus Muhammad Hilmi, Umar bilang tegas, nggak ada toleransi ruang. Komdis PSSI siap memberikan sanksi paling berat agar ada efek jera sekaligus melindungi para atlet.
“Isu keselamatan atlet ini tidak hanya memonopoli keluarga sepak bola. Semua cabang olahraga wajib menjamin keselamatan atletnya. Pertandingan bisa ditunda, dibatalkan, bahkan ditutup jika mengancam keselamatan atlet dan pihak-pihak yang terlibat,” ujar Umar dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).
“Kami menghimbau kepada panitia disiplin di semua level liga untuk tidak ragu-ragu menjatuhkan pelanggaran yang keras dan brutal, karena itu bisa mengganggu streaming kompetisi,” ujarnya.
“Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet, kejadian seperti ini harus dihukum seberat-beratnya, termasuk larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” tutupnya.
