RAKCER.ID – Pemain pemain Timnas Futsal Indonesia bersiap tampil di ajang Piala Asia 2026, yang dilaksanakan di Indonesia tenpatnya di Indonesia Arena dan Velodrome Jakarta, dengan diikuti oleh 16 negara Asia. Tahun 2026 Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia 2026, turnamen ini sudah di gelar sebanyak 17x pertama kali pada tahun 1999.
Iran benar-benar mendominasi futsal Asia mereka sudah 13 kali juara. Jepang ada di posisi kedua, mengoleksi empat trofi. Indonesia? Sudah sepuluh kali ikut Piala Asia Futsal. Dari total 38 laga, Indonesia menang 10 kali, imbang dua kali, dan kalah 24 kali. Lumayan, tapi masih banyak PR.
AFC juga baru-baru ini mengumumkan lewat rilis resmi: mulai sekarang, Kualifikasi dan putaran final Piala Asia U-17 bakal digelar setiap tahun. Untuk edisi 2026, turnamen utamanya bakal berlangsung dari 14 sampai 31 Mei 2026. Kualifikasinya sendiri dimulai 22 November 2025 dan selesai 30 Agustus 2025.
Baca Juga:Ruben Amorim Dipecat? Ini 5 Kandindat Manajer Baru MURuben Amorim Dipecat MU, Ini Alasanya
Bangkit dari Trauma Sea Games
Syauqi Saud dan tim akhirnya membawa pulang emas futsal SEA Games untuk pertama kalinya—sebuah pencapaian luar biasa. Tapi, di balik euforia itu, ada rasa perih yang nggak gampang hilang. Asisten pelatih Timnas Futsal Indonesia, Amril Daulay, bilang anak-anak asuhnya masih kepikiran soal insiden tamparan di SEA Games 2025.
Selama lima laga di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara itu, skuad Merah Putih menang empat kali dan cuma kalah sekali. Sayangnya, satu kekalahan itu datang dari Vietnam, dan rasanya benar-benar jadi noda di tengah prestasi yang seharusnya sempurna.
Sekarang, mereka menatap Piala Asia Futsal yang bakal digelar 27 Januari sampai 7 Februari. Timnas nggak mau lagi mengulang kesalahan atau kenangan pahit seperti waktu lawan Vietnam di SEA Games kemarin. Mereka siap menebusnya.
“Jadi kita tidak fokus ke hasilnya [di SEA Games] kemarin, tapi kita lihat performa mereka kemarin, ada saat penurunan, pada saat lawan Vietnam, jadi bagaimana finishing-finishing mereka tidak maksimal, dan akhirnya jadi hasil yang kurang baik buat kita, jadi kita akan fokus ke situ, untuk mereka bagus pada saat mereka kalah itu, mereka kayak merasa tertampar,” kata Amril.
