Justru karena itulah, legenda Barcelona ini turun sedikit dalam daftar. Tetap saja, Messi masih jadi pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah, dengan rasio gol per pertandingan yang luar biasa, 0,78.
Di usianya yang 37 tahun, main di era super kompetitif, dengan segudang trofi yang dia bawa pulang, Messi pantas banget masuk empat besar. Cuma, buat jadi nomor satu di podium, dia masih belum sampai.
4. Luiz Suarez
Dari satu legenda Premier League ke legenda berikutnya, Luis Suarez jelas tipe striker nomor sembilan yang ideal dan itu kelihatan banget dari jumlah gol yang dia ciptakan. Striker asal Uruguay ini masih tampil tajam di Inter Miami, jadi bukan nggak mungkin dia nambah koleksi golnya sebelum gantung sepatu.
Baca Juga:5 Rekomendasi Hp Gaming 1 Jutaan, Spek Gacor!Insiden Liga 4 Jatim, Seramnya Tendangan Horror
Memang, Suarez sempat diuntungkan main bareng tim Barcelona yang luar biasa, tapi jangan lupakan juga, dia nyaris sendirian bawa Liverpool hampir juara Premier League di 2014 lewat performa individunya yang gila banget musim itu. Sampai Desember 2024, pemilik Sepatu Emas 2016 ini punya rasio gol per pertandingan 0,59. Kalau dia terus garang di MLS, angka itu bisa aja naik lagi di sisa kariernya.
5. Hugo Sanchez
Hugo Sanchez mungkin nggak sepopuler beberapa legenda lain di dunia olahraga, tapi urusan bikin gol, dia jagonya. Bayangin aja, dia pernah cetak 38 gol buat Real Madrid, dan semuanya cuma lewat 38 sentuhan. Jadi, setiap kali dia nyentuh bola, langsung gol. Nggak ribet, nggak perlu sentuhan pertama buat ngatur posisi langsung tembak, langsung jadi.
Di mana pun dia main, gol selalu datang. Dia jadi top skor kelima sepanjang sejarah La Liga, dan nomor tujuh di daftar pencetak gol terbanyak Real Madrid sepanjang masa. Total kariernya? 562 gol. Dia juga pernah nyabet gelar top skor La Liga lima musim berturut-turut di era 80-an. Jadi, jangan remehkan nama Hugo Sanchez.
