CIREBON – Bukan sekadar urusan medis, lebih jauh persoalan kesehatan menyangkut tanggung jawab moral bagi para praktisi farmasi untuk memberikan literasi yang jujur kepada masyarakat.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat membuka Sosialisasi Standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CODB), Antimicrobial Resistance (AMR) dan Pengelolaan Obat yang digelar oleh Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi), kemarin.
Rida, sapaan akrab Wakil Walikota menekankan bahwa tenaga kefarmasian berperan sebagai garda terdepan dalam melindungi warga dari risiko penggunaan obat yang salah.
Baca Juga:Geram Trotoar Rusak, Edo Semprot Pihak Bank dan Pengelola HotelTrotoar Jalan Wahidin Rusak Dipakai Parkir Mobil, Diduga Tamu Hotel dan Bank
Rida mengingatkan bahwa distribusi obat bukan sekadar transaksi dagang, melainkan rantai penyelamat nyawa yang harus dijaga integritasnya dari hulu hingga hilir.
“Bukan hanya penyedia obat, tapi pemegang amanah keselamatan publik. Ada tanggung jawab moral yang besar untuk mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan obat. Kita harus memastikan distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat, sehingga tidak ada lagi ruang bagi penyalahgunaan yang bisa merugikan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkap Rida.
Rida menilai, pembaruan standar CDOB 2025 ini merupakan instrumen krusial di tengah dinamisnya industri farmasi.
Kepatuhan terhadap standar ini bersifat wajib untuk menjamin bahwa setiap sediaan farmasi yang sampai ke tangan warga Cirebon tetap aman, bermutu, dan bermanfaat.
Selain masalah distribusi yang diatur oleh CDOB, lanjut Rida, isu resistensi antimikroba (AMR) ini juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.
Wakil Walikota mengingatkan bahwa ancaman AMR kini menjadi perhatian dunia karena dapat melumpuhkan efektivitas pengobatan infeksi.
Jika tenaga farmasi tidak disiplin dalam mengontrol penggunaan antibiotik, maka risiko kesehatan di masa depan akan semakin sulit dikendalikan.
Baca Juga:Pemkot Turunkan Tim Lihat Penataan Utilitas di Kota BandungBebaskan Jalan Siliwangi untuk Pedagang Takjil, Satpol PP Bahas Aturan Mainnya
Rida pun menegaskan komitmen Pemkot untuk terus menciptakan iklim pelayanan kesehatan yang kondusif.
Pemkot berharap seluruh fasilitas kefarmasian di Kota Cirebon dapat menjadi sarana yang amanah dan profesional.
“Mari kita bersama-sama menguatkan komitmen. Saya ingin kita semua membuktikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kefarmasian di wilayah Kota Cirebon benar-benar berorientasi penuh pada keselamatan pasien, bukan sekadar pemenuhan administratif,” kata Rida.
