CIREBON – Sejumlah kendaraan terpantau parkir secara sembarangan diatas trotoar di jalan Wahidin.
Kendaraan roda empat yang parkir sembarangan tersebut membuat fungsi trotoar dan pedestrian untuk pejalan kaki hilang.
Bahkan, kondisi trotoar dan pedestrian di titik tersebut sudah pecah dan rusak.
Baca Juga:Pemkot Turunkan Tim Lihat Penataan Utilitas di Kota BandungBebaskan Jalan Siliwangi untuk Pedagang Takjil, Satpol PP Bahas Aturan Mainnya
Pantauan di lapangan, kendaraan-kendaraan tersebut terparkir didepan hotel PIA dan Bank SMBC, sehingga sepertinya kendaraan tersebut diduga milik dari tamu hotel ataupun karyawan dan nasabah bank tersebut.
Kemarin, Lurah Sukapura, Diza Setya Aji Pambudi turun meninjau lokasi yang sudah lama dikeluhkan masyarakat tersebut. Diza turun bersama ketua RT dan RW di wilayah tersebut.
Dilokasi, Diza pun menyayangkan kondisi tersebut, karena saat ini trotoar rusak karena parkir-parkir kendaraan.
“Dimohonkan kepada para pihak terkait yang parkir sembarangan di tempat yang tidak sesuai fungsinya. Ini fungsi trotoar bukan fungsi parkir. Kami sudah sering mengingatkan, mohon perhatiannya,” ungkap Diza saat melihat masih banyak kendaraan yang parkir di trotoar jalan Wahidin, kemarin.
Diza pun menyayangkan prilaku parkir sembarangan, bahkan di trotoar tersebut, karena hal itu sudah berlangsung lama.
Bahkan, pihak RT hingga RW setempat, kata Diza, sudah sering mengingatkan kepada pengelola, baik di Bank SMBC serta Hotel PIA untuk menertibkan parkir para tamunya.
“Gimana kota nya mau bagus kalau seperti ini, parkir sembarangan. Dari RT dan RW sudah sering mengingatkan, tapi juga sering diabaikan. Mohon kepada para pihak, bank SMBC, hotel PIA, mari bareng-bareng untuk kota Cirebon yang setara,” ujar Diza.
Baca Juga:Selama Ramadhan, Penjual Takjil Boleh Dagang di Jalan SiliwangiMantap!! Produksi Perikanan Hingga Retribusi TPI Tahun 2025 Lampaui Target
Karena sudah berlangsung lama, sering diingatkan dan sering juga diabaikan, selain membuat hak pejalan kaki terganggu, parkir diatas trotoar ini membuat struktur trotoar jebol dan ambrol, termasuk di salahsatu titik drainase di lokasi tersebut.
“Ini sudah berlangsung lama, sehingga mengakibatkan trotoar rusak, drainasenya ambrol dan jebol,” jelas Diza.
Maka, Diza pun kembali mengingatkan bahwa sesuai dengan fungsinya, trotoar itu merupakan fasilitas umum untuk para pejalan kali, bukan untuk parkir kendaraan, apalagi dengan beban yang berat seperti kendaraan roda empat.
