Damkar Jadi Dinas Paling Sibuk, Evakuasi Ular hingga Bantu Kerjakan Tugas Sekolah

Pemkot Cirebon
Petugas Pemadam Kebakaran menjadi personel paling sibuk, karena selain memadamkan api, mereka punya tugas melakukan penyelamatan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON
0 Komentar

CIREBON – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) menjadi salah satu perangkat daerah tersibuk di Kota Cirebon, bahkan selama tahun 2025.

Hal ini bukan karena banyaknya kejadian kebakaran, melainkan karena banyaknya aduan dari masyarakat yang meminta bantuan kepada Damkar terkait berbagai persoalan, bukan hanya melulu soal kebakaran.

Saat ini, dalam situasi kedaruratan apapun, masyarakat seakan-akan lebih percaya dengan meminta bantuan kepada Damkar, yang seperti sudah dicap dinas segala bisa tersebut.

Baca Juga:Pemkot Cirebon Pastikan Tak Ada Kendaraan Dinas yang Nunggak PajakSiti Farida Ingatkan Pelaku Usaha Farmasi Keselamatan Pasien Nomor Satu

Mulai dari situasi kedaruratan evakuasi hewan buas seperti ular hingga tawon, Damkar kuga kerap dimintai bantuan, hanya sekedar untuk melepas cincin, hingga mengerjakan tugas kimia dan matematika yang menjadi pekerjaan rumah.

Memang, setelah nomenklaturnya berubah, menjadi Dinas Damkar dan Penyelamatan, pasukan dilarang pulang sebelum padam ini kini dituntut untuk bisa melakukan berbagai tindakan penyelamatan.

Dengan respons cepat, kerja profesional, serta pendekatan humanis, Damkar Kota Cirebon menjadi salah satu layanan publik yang paling dipercaya warga.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Operasi dan Penyelamatan Kebakaran DPKP Kota Cirebon, Nurjaman mengungkapkan, sepanjang 2025 saj, tercatat ada 110 kejadian kebakaran di wilayah Kota Cirebon.

“Dari 110 kebakaran, yang paling dominan adalah kebakaran akibat listrik, ada 25 kejadian, disusul kebakaran lahan 22 kejadian, kebakaran rumah 19 kejadian, hingga kebakaran tempat usaha sebanyak 15 kejadian,” ungkap Nurjaman kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Selain itu, lanjut Nurjaman, Damkar juga mencatat tingginya jumlah penanganan penyelamatan non-kebakaran, dimana selama 2025, tercatat ada 532 kejadian penyelamatan non-kebakaran yang dilakukan.

“Ini menunjukkan masyarakat percaya terhadap Damkar,” sebut Nurjaman.

Dari 532 tindakan penyelamatan non-kebakaran ini, dijelaskan Nurjaman, yang paling banyak adalah penanganan hewan berbahaya dengan 389 kasus, evakuasi lebah atau tawon sebanyak 170 kasus dan ular sebanyak 162 kasus.

Baca Juga:Geram Trotoar Rusak, Edo Semprot Pihak Bank dan Pengelola HotelTrotoar Jalan Wahidin Rusak Dipakai Parkir Mobil, Diduga Tamu Hotel dan Bank

Untuk itu, pada tahun 2026, ditegaskan Nurjaman, Damkar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, dengan terus meningkatkan profesionalisme personel, salah satunya dengan mengikuti National Firefighter Skill Competition (NFSC).

“Kami terus meningkatkan kemampuan, kekompakan, dan kualitas pelayanan agar semakin profesional dalam melayani masyarakat. Kami hadir untuk masyarakat bukan hanya saat kebakaran, tetapi dalam setiap kondisi darurat yang membutuhkan penanganan,” kata Nurjaman. (sep)

0 Komentar