Siti Farida Hadiri Pengukuhan MUI Jawa Barat

Pemkot Cirebon
Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menghadiri pengukuhan MUI Provinsi Jawa Barat, kemarin. FOTO: IST/ RAKCER.ID
0 Komentar

BANDUNG – Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030 yang berlangsung di Balai Gede Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/01).

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat harmoni antara ulama dan pemerintah (umara) demi menjaga persatuan bangsa dan kelestarian nilai-nilai agama di Jawa Barat.

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, KH M Anwar Iskandar dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Baca Juga:Tahun 2027 Kelurahan Harjamukti Fokus Penyelesaian BanjirKota Cirebon Diguyur Hujan Sejak Pagi Hari, Langganan Banjir Terpantau Aman

Kehadiran Wakil Walikota Cirebon dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk selalu berjalan selaras dengan panduan para ulama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa ulama harus menjadi sosok penyejuk yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ini bekerja di atas empat pilar utama: bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, toleran dalam khilafiyah, dan bekerja sama dalam dakwah.

Ditemui usai kegiatan, Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menyampaikan apresiasi mendalam atas pengukuhan pengurus baru ini.

Sebagai seorang pimpinan yang juga berlatar belakang pendidikan agama, Siti Farida melihat MUI memiliki peran sentral sebagai mercusuar moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Saya mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban oleh pengurus MUI Jawa Barat periode 2025-2030. Secara personal, saya sangat meyakini bahwa pembangunan di Kota Cirebon maupun Jawa Barat secara luas tidak akan pernah mencapai titik ‘istimewa’ tanpa ada sentuhan doa dan tuntunan dari para ulama. Kami di pemerintahan sangat membutuhkan peran MUI sebagai mitra strategis untuk menghadirkan keteduhan di tengah masyarakat,” ungkap Farida.

Ia juga menambahkan bahwa semangat pengabdian yang ditekankan oleh MUI Pusat, yakni semangat memberi, bukan meminta, harus menjadi teladan bagi semua pelayan masyarakat. Melalui sinergi yang kuat antara Pemkot Cirebon dan MUI, diharapkan akan lahir program-program dakwah dan sosial yang lebih inklusif serta mampu menjawab persoalan riil umat di lapangan. (sep)

0 Komentar