Pertahankan UHC, Cakupan Kota Cirebon Capai Angka 100,33 Persen

Pemkot Cirebon
Walikota Cirebon, Effendi Edo menerima penghargaan UHC Awards 2026 di Jakarta, kemarin. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Dalam hal cakupan kepesertaan jaminan kesehatan, Kota Cirebon kembali diganjar penghargaan.

Di awal 2026 ini, Kota Wali mendapatkan penghargaan nasional dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkot dalam menjaga cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melampaui standar nasional.

Baca Juga:Siti Farida Hadiri Pengukuhan MUI Jawa BaratTahun 2027 Kelurahan Harjamukti Fokus Penyelesaian Banjir

Penghargaan ini menegaskan posisi Kota Cirebon sebagai salah satu daerah pelopor di Indonesia yang mampu memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi warganya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria Listiawaty mengungkapkan, saat ini tingkat cakupan kepesertaan JKN di Kota Cirebon ada di angka 100,33 persen.

“Angka tersebut sudah melebihi syarat UHC minimal sebanyak 98 persen,” ungkap dr Maria.

Dr Maria merinci, dari 100,33 persen UHC ini, teridiri dari 132.122 peserta PBI APBN, 105.191 peserta PPU dan 82.200 peserta dari sektor PBI APBD Kota Cirebon.

“Total ini sudah mencakup seluruh jumlah penduduk Kota Cirebon saat ini,” lanjut dr Maria.

Dari sisi keaktifan, dijelaskan dr Maria, target nasional untuknkeaktifan adalah 80 persen, sedangkan Kota Cirebon sudah melampaui di angka 85,40 persen.

“Ini menjadikan UHC Kota Cirebon berstatus UHC Istimewa, di mana daftar hari ini bisa langsung mendapatkan manfaat pada hari yang sama (same day),” jelas. dr Maria.

Baca Juga:Kota Cirebon Diguyur Hujan Sejak Pagi Hari, Langganan Banjir Terpantau AmanRatusan Kendaraan Plat Merah Dicek Walikota, Begini Kondisinya

Untuk terus menjadi prestasi cakupan UHC ini, masih dijelaskan dr Maria, untuk tahun 2026, Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar 38 miliar, naik dari tahun 2025 yang hanya 35 miliar.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pemutusan PBI JK dari pusat serta pembiayaan hal-hal yang bersifat darurat.

“Anggaran ini juga digunakan untuk mensubsidi seluruh peserta BPJS Kelas 3, termasuk yang mandiri. Semoga cakupan UHC kita tetap terjaga,” kata dr Maria.

Sementara itu, Walikota Cirebon, Effendi Edo menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan sinergi lintas sektoral yang terjaga dengan baik.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Kota Cirebon. Ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah kolaborasi antara Pemerintah Kota, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan tidak ada warga yang terhambat akses kesehatannya,” ungkap Edo.

0 Komentar