Pemkot Cirebon dan BBWS Evaluasi Progres Penataan Sungai Sukalila

Pemkot Cirebon
Walikota Cirebon, Effendi Edo rapat bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung mengevaluasi progres penataan sungai Sukalila. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKCER.ID
0 Komentar

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung mengevaluasi progres penataan sungai Sukalila yang sudah mulai berjalan dan diawali dengan pengerukan.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung ini mulai membahas desain komprehensif penataan kawasan sungai yang diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Cirebon dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026.

Walikota Cirebon, Effendi Edo menyambut baik konsep penataan yang telah disusun oleh tim BBWS, di mana desain tersebut mengedepankan keterpaduan antara fungsi teknis sungai dan estetika ruang publik.

Baca Juga:Jaga Memori Kolektif Bangsa, Pemkot Cirebon Komitmen Jaga ArsipPertahankan UHC, Cakupan Kota Cirebon Capai Angka 100,33 Persen

Edo menyampaikan, kolaborasi ini merupakan terobosan penting untuk mengubah wajah Sungai Sukalila menjadi destinasi yang memuaskan masyarakat, baik secara konsep desain maupun hasil fisik bangunannya.

Rencana besar penataan ini mencakup beberapa poin krusial, di antaranya pelaksanaan pekerjaan fisik yang direncanakan rampung secara bertahap pada tahun 2026.

Dari sisi estetika, Pemkot berencana menggandeng budayawan lokal untuk menyepakati penamaan kawasan yang ikonik namun tetap mempertahankan akar sejarahnya, dengan beberapa usulan awal seperti “Teras Sukalila” atau “Lebak Sukalila”.

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, proyek ini juga membuka ruang kontribusi sektor swasta melalui program CSR, dan dana tersebut direncanakan untuk pembangunan fasilitas tambahan yang tidak terakomodasi anggaran utama, seperti pembangunan jembatan penghubung antara kawasan Kalibaru dan Sukalila, serta pemeliharaan rumah ibadah di sekitar aliran sungai.

Guna mendukung kenyamanan wisatawan, pemerintah juga tengah melakukan peninjauan ulang terhadap arus lalu lintas satu arah dan menyiapkan strategi penyediaan lahan parkir yang representatif di lokasi tersebut.

Menanggapi kendala operasional di lapangan, Edo menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat dukungan teknis, terutama terkait keterbatasan armada pengangkut.

Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengoptimalkan penggunaan dump truck yang ada guna memastikan proses normalisasi berjalan sesuai jadwal.

Baca Juga:Siti Farida Hadiri Pengukuhan MUI Jawa BaratTahun 2027 Kelurahan Harjamukti Fokus Penyelesaian Banjir

“Sungai Sukalila memiliki nilai sejarah besar bagi Cirebon. Melalui normalisasi dan penataan ini, kita tidak hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga menciptakan ruang sosial baru yang penuh kebanggaan bagi warga,” kata Edo. (sep)

0 Komentar