Terhadap kemajuan teknologi, dijelaskan Rida, Pemkot Cirebon menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Di hadapan para Masyayikh, Rida pun menitipkan harapan agar Formula memberikan Taujihat mengenai etika ruang siber.
Ia meyakini bahwa ilmu pengetahuan tanpa kontrol etis akan menimbulkan kerawanan sosial, dan Formula hadir sebagai oase kejernihan berpikir di tengah arus perubahan tersebut.
Baca Juga:Soal Batas Belum Tuntas, Komisi I Sidak ke PerbatasanSoal Penerangan Jalan, Pemkot Cirebon Belajar ke Kabupaten Madiun
Komitmen Pemkot Cirebon untuk menjadi ‘murid’ yang senantiasa belajar dari fatwa ulama pun ditegaskan, dan Rida menyatakan bahwa visi pembangunan kota mustahil tercapai tanpa keterlibatan aktif ulama sebagai kompas moral.
“Kami berharap forum ini melahirkan rujukan nyata untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui revitalisasi pesantren serta literasi agama yang moderat,” harap Rida.
Pembentukan Forum Musyawarah Ulama (Formula) se-Cirebon Raya ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, yang memberikan bobot lebih pada deklarasi forum ini.
Dalam keterangan tertulisnya, Ma’ruf Amin mengharapkan lahirnya Formula ini menjadj wadah kesadaran kolektif untuk menyatukan gerakan (tauhidul harakah), menyamakan persepsi (tauhidul a’ra), serta menyatukan barisan (tauhidul shuhuf) dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Semoga dengan hadirnya Formula se-Cirebon Raya mampu menjawab permasalahan umat. Saatnya ulama membangun konektivitas dan bersinergi dalam syiar Islam dan merawat kebangsaan,” kata Ma’ruf Amin. (sep)
