CIREBON – Beberapa pekan setelah tahun baru Imlek 2577 kongzili, dilanjutkan dengan perayaan budaya Cap Go Meh yang digelar meriah di Vihara Dewi Welas Asih, Selasa (03/03) malam.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak ada arak-arakan pada perayaan Cap Go Meh kali ini, mengingat momen nya terjadi saat bulna suci Ramadan, dan menghormati masyarakat yang melaksanakan ibadah puasa. Namun demikian, perayaan Cap Gomeh tetap meriah.
Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati hadir dalam perayaan Cap Go Meh kemarin, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk terus merawat ruang keberagaman melalui penguatan identitas budaya.
Baca Juga:Tinjau Jembatan Lebak Ngok, Walikota Cirebon Pastikan Perbaikan CepatKawasan Resapan Dirampas Kebijakan ??
Rida, sapaan akrab Wakil Walikota Cirebon menyampaikan bahwa perayaan malam kesenian Cap Go Meh bukan sekadar rutinitas kalender tahunan atau tontonan seni belaka.
Lebih jauh ia menekankan pentingnya memaknai perayaan ini sebagai upaya kolektif dalam memberikan ruang bagi setiap entitas budaya untuk mengekspresikan diri secara setara tanpa ada sekat perbedaan.
“Pemerintah Kota Cirebon memandang momentum ini sebagai manifestasi identitas kita sebagai kota yang inklusif. Cap Go Meh ini adalah upaya bersama dalam memfasilitasi setiap entitas budaya untuk mengekspresikan diri secara setara,” ungkap Rida di hadapan para tokoh lintas agama dan budayawan yang juga hadir.
Keberadaan Vihara Dewi Welas Asih, lanjut Rida, menjadi simbol kedewasaan masyarakat Kota Cirebon dalam mengelola perbedaan.
Rida mengingatkan kembali, bahwa sejarah panjang Kota Cirebon mengajarkan bahwa kerukunan bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari komunikasi sosial yang terus-menerus dijaga di berbagai ruang publik, dan masyarakat Kota Cirebon terus menjaga itu.
Rida menyadari, bahwa modal sosial berupa toleransi adalah pondasi utama untuk menjaga stabilitas pembangunan, karena tanpa adanya harmoni di tengah masyarakat, kebijakan pembangunan sesempurna apa pun akan sulit diimplementasikan.
“Maka saya mengajak kepada seluruh elemen untuk terus, menjaga iklim yang kondusif, karena ini menjadi prioritas yang tak bisa ditawar,” jelas Rida.
Baca Juga:Selama Ramadhan, Jalan Siliwangi Disulap Jadi Pasar TakjilSatu Tahun Edo-Farida, Teruskan Kerja Maksimal untuk Rakyat
Dari sisi budaya, Rida melihat bahwa Cap Go Meh ini menjadi budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan, termasuk kawasan cagar budaya yang menjadi venue, harus tetap dipastikan lestari.
