Pakai Kostum Ultraman, Anggota Satlantas Polres Kuningan Edukasi Pelanggar Lalu Lintas

kostum ultraman
SOSIALISASI. Anggota Polres Kuningan melakukan edukasi kepada pelanggar lalu lintas dengan membawa petugas yang memakai kostum ultraman. rakcer.id/aleh malik
0 Komentar

RAKCER.ID – Petugas kepolisian Polres Kuningan menggunakan kostum superhero khususnya kostum Ultraman, saat memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas bagi warga di Kuningan, Jawa Barat.

Anggota polisi Polres Kuningan tersebut sengaja memakai kostum Ultraman, agar dapat menghibur warga saat sosialisasi tersebut dilakukan.

Kostum Ultraman dipilih sebagai jargon kepolisian, tak lain karena memiliki singkatan ulet, terampil, dan humanis. Semboyan ini menjadi komitmen Polantas di Kuningan agar bekerja ulet, terampil, dan humanis dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:Pekerja Migran 18 Tahun Tanpa Kabar, Diduga Kabur dari Majikan yang Pertama di Arab SaudiDKP3 Jamin Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Antisipasi Hewan dari Luar Daerah

Polantas menyisir sejumlah ruas jalan di wilayah Kuningan. Saat mendapati pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas, polisi langsung melakukan teguran dan tindakan tilang.

“Kami saat ini sudah mulai melakukan tindakan tilang di tempat atau secara manual. Hari ini kebetulan dengan hunting sistem, sebab sesuai arahan pimpinan kami tidak melakukan secara stasioner,” kata Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Vino Lestari kepada awak media, Rabu 14 Juni 2023.

Dia menyebut beberapa pengendara yang dikenai tindakan tilang saat kegiatan berlangsung. Namun di beberapa kesempatan, polisi juga memberikan edukasi berupa sosialisasi bagi warga yang ditemui.

“Kita bawa Ultraman ini sebagai jargon kami di Polres Kuningan. Kami kenalkan kepada masyarakat, jika Ultraman ini merupakan semboyan kami yakni ulet, terampil, dan humanis. Semoga kami selalu ulet, terampil, dan humanis saat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, edukasi dan sosialisasi oleh Ultraman sekaligus bisa menghibur setiap warga yang ditemui. Sehingga diharapkan, poin-poin sosialisasi tertib berlalu lintas dapat lebih terserap oleh masyarakat.

“Kita ingin agar edukasi yang kita lakukan ini bisa langsung menyentuh masyarakat, tidak terlihat monoton. Sekaligus juga bisa menghibur, semoga upaya kita dapat menekan angka pelanggaran lalu lintas di jalan raya,” imbuhnya.

Kaitan tilang sendiri, pihaknya mengaku selain melakukan tilang manual juga tetap memberlakukan tilang elektronik. Sebab masih banyak pelanggaran kasat mata seperti tidak memakai helm hingga berboncengan lebih dari satu orang.

Baca Juga:Panitia Pilkades Serentak 2023 Harus Netral, 219 Peserta dari 94 Desa Ikuti BimtekTarget PAD Tidak Tercapai Penyebab Tunda bayar, Utang Tahun 2022 Pemkab Kuningan Rp249 Miliar

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi aturan dalam berlalu lintas. Tertib berlalu lintas ini menjadi kebutuhan kita semua, agar mengurangi angka kecelakaan di jalan raya,” pungkas Vino. (ale)

0 Komentar