RAKCER.ID – Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg mengatakan pihaknya akan menekankan kepada camat dan Kuwu untuk bersama-sama mensukseskan program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Disampaikan Imron disela penyerahan sertifikat di Desa Cempaka, Kecamatan Talun, Selasa (7/2).
Menurut Imron, program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap akan sukses apabila masyarakat juga turut mendukung program tersebut.
“Tapi kalau masyarakat tidak merespon dengan baik program ini kami juga tidak bisa berbuat banyak. Untuk itu masyarakat mempunyai andil dalam kesuksesan program PTSL ini dan pada akhirnya nanti program PTSL ini juga untuk kepentingan masyarakat juga,” katanya.
Baca JugaSetelah Dipanggil DPRD, Terkuak Alasan Lucky Hakim Mundur dari Jabatan Wabup IndramayuUtang Kontraktor ke Subkontraktor Proyek Waduk Darma Kuningan Belum Dibayar, Ancam Bongkar Hasil Pekerjaan
“Kami atas nama Pemda, akan menekankan para camat dan kuwu, untuk bisa bersama-sama mensukseskannya,” lanjut Imron.
Pasalnya Pemda kata Imron telah menargetkan 50 ribu bidang tanah bisa bersertifikat ditahun 2023 ini. “Target kita, 50 ribu bidang tanah di kabupaten Cirebon ditahun ini bisa bersertifikat,” ungkapnya.
Baca JugaKenali 9 Gejala Dehidrasi dan Cara Mudah Mencegahnya4 Kelebihan Jasa Desain Interior, Apakah Jasa Interior Diperlukan Untuk Membangun Rumah
Sementara itu, diketahui sebanyak 45 persen tanah di Kabupaten Cirebon masih belum bersertifikat. Pihak ATR/BPN Cirebon akan terus mengupayakan agar pada tahun 2025 nanti seluruh tanah di Kabupaten sudah bersertifikasi.
BPN akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon agar pada tahun 2025 nanti seluruh tanah di Kabupaten Cirebon sudah bersertifikat.
“Alhamdulillah program PTSL tahun 2022 yang pengukuran nya mencapai 304.448 bidang, sedangkan untuk sertifikat yang dikeluarkan pada tahun 2022 ada sekitar 26 ribu,” ujar Kepala Seksi survei dan penataan ATR/BPN Kabupaten Cirebon, Trisno Sugito.
Baca Juga4 Rekomendasi Film Anime Movie yang Cocok Ketika Menunggu Buka PuasaCara Daftar Metatrader 5 Dalam 3 Langkah
Trisno mengatakan, untuk tahun 2023 ini pihaknya menargetkan pengukuran sekitar 160.600 bidang. Sedangkan untuk target sertifikat mencapai 530.048 bidang. “Untuk target di 2023 sudah kita siapkan dan akan langsung bergerak agar target ditahun ini bisa terealisasi secepatnya,” katanya.
Sudah ada 150 ribu bidang tanah bersertifikat di Kabupaten Cirebon sejak awal program PTSL digulirkan di Kabupaten Cirebon. Secara persentase kata dia, kurang lebih sudah sekitar 55 persen bidang tanah di Kabupaten Cirebon yang sudah bersertifikat.
“Artinya masih ada 45 persen bidang tanah yang masih belum bersertifikat dan ini kita targetkan selesai ditahun 2025,” ungkapnya.
Baca JugaFUA IAIN Cirebon Usulkan Pengembangan Al-Qur’an Braille dan IsyaratAda Promo Tiket Kereta Api Gocher di Bulan Kasih Sayang, Simak Syarat dan Ketentuannya
Sejauh ini kata dia, pihaknya kerap mengalami kendala teknis di lapangan. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat untuk memasang tanda batas permanen. Ia pun menekankan kalau patok batas tanah adalah hal yang diwajibkan pada saat program PTSL.