DKPP Yakin Produksi Padi Capai 1,8 Juta Ton per Tahun

produksi padi
SOSIALISASI. DKPP Indramayu melakukan sosialisasi penggunaan pupuk organik cair untuk meningkatkan produksi padi. Foto: Tardiarto Azza/Rakyat Cirebon

INDRAMAYU-Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu menargetkan produksi padi 1,8 juta ton per tahun. Mewujudkan target tersebut, salah satunya dengan sinergitas bersama unsur TNI dan penggunaan pupuk organik.
Hal itu disampaikan Plt Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Muhammad Iqbal, Sabtu (28/1/2023). Pihaknya telah melakukan dengan jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu untuk membahas sinergitas di bidang pertanian.
Dikatakannya, pertemuan tersebut sebagai upaya meningkatkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama TNI dalam rangka bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan.
Salah satu fokus utamanya yaitu membantu petani meningkatkan produktivitas padi untuk mencapai 1,8 juta ton per tahun. Pada sinergitas itu, DKPP melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang tersebar di 31 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
“DKPP dan PPL siap untuk bersinergi bersama dengan TNI untuk meningkatkan produksi padi Indramayu,” jelasnya. Selain itu, juga mengajak masyarakat petani agar mulai menggunakan dan memanfaatkan pupuk organik.
“Kami mendorong petani Indramayu untuk menanam padi menggunakan pupuk organik salah satunya pupuk organik cair BIOS 44,” ujarnya.
Pupuk BIOS 44, lanjut Iqbal, adalah agen hayati yang sangat baik bagi peningkatan atau menambahkan organisme di tanah. Bios 44 merupakan pupuk organik perpaduan beberapa mikroorganisme yang disatukan. “Penggunaannya dapat membantu menyuburkan tanaman atau mengembalikan kesuburan tanah,” sebut dia.
Menurutnya, keberadaan pupuk BIOS 44 menjadi satu bagian dari program TNI Angkatan Darat dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan yang justru Kodam III/Siliwangi melaksanakan modifikasi. Sehingga pupuknya diyakini berguna untuk meningkatkan hasil pertanian.
“Pupuk BIOS 44 ini dapat diaplikasikan di lahan pertanian, lahan perkebunan dan lahan bekas pertambangan,” kata dia. Penggunaan pupuk tersebut salah satunya sudah diaplikasikan oleh petani Indramayu di wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan.
Tanaman padinya diperkirakan akan memasuki masa panen pada awal Maret 2023. Sementara itu, produksi padi di Indramayu pada tahun 2022 mencapai 1,79 juta ton Gabah Kering Pungut (GKP), atau setara dengan 1,32 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Adapun luas areal lahan baku 145.272,13 hektar dan jumlah petani sebanyak 180.317 orang. (tar)

Kirim Komentar