Gal Gadot Nobar Dokumenter Serangan Hamas terhadap Israel di Amerika Serikat

Gal Gadot
Gal Gadot dukung penayangan dokumenter serangan hamas foto : @galgadot @pinterest-rakcer.id
0 Komentar

CIREBON, RAKCER.ID– Gal Gadot, seorang aktris Hollywood, mendukung pemutaran film berdurasi 47 menit yang menggambarkan serangan teroris Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Rekaman yang menggambarkan tindakan serupa yang dilakukan oleh kelompok teroris Hamas selama serangan mendadak tersebut akan diperlihatkan kepada publik.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengirimkan rekaman itu, yang seharusnya diperlihatkan kepada sekelompok kecil selebriti dan orang-orang berkuasa.

Baca Juga:Keena FIFTY FIFTY akan Menerima Gaji Pertama Senilai Puluhan Juta Won Setahun setelah DebutnyaKabar Duka! Nahee Penyanyi dan Penulis Lagu Korea Meninggal Dunia

Pertunjukan pertama akan dibatasi hanya untuk 120 orang, dengan kemungkinan pemutaran berikutnya tergantung permintaan.

Pada 7 Oktober 2023, militan Hamas menyerbu Israel, menewaskan 1.400 warga Israel dan menangkap 240 orang, termasuk warga asing, yang masih disandera di Jalur Gaza.

Menurut The Wrap, rekaman tersebut akan diputar di Los Angeles dan New York pada pekan ini dengan judul “Menjadi Saksi Pembantaian 7 Oktober” pada Rabu (8/11/2023). Komite Yahudi Amerika dan Liga Anti-Pencemaran Nama Baik juga berkontribusi pada proyek ini.

Guy Nattiv, sutradara film Israel pemenang Oscar, berperan penting dalam meluncurkan upaya ini.

Dia menekankan pentingnya menunjukkan kepada publik rekaman menakutkan ini.

“Sebagai pembuat film, saya bersumpah bahwa gambar-gambar pada tanggal 7 Oktober ini tidak akan dilupakan dan dunia akan melihatnya,” katanya.

Ramai seruan Film Gal Gadot diboikot

Snow White film selanjutnya yang dibintangi aktris Gal Gadot, baru-baru ini ramai dibicarakan di media sosial X (sebelumnya Twitter). Akun @xxvingformxlik menuliskan salah satunya.

Gal Gadot adalah anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang telah mengintimidasi dan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap warga Palestina selama lebih dari 75 tahun, menurut laporan tersebut.

Baca Juga:Red Velvet Dirumorkan Disband, SM Entertainment Buka SuaraYG Entertainment Umumkan BABYMONSTER akan Debut 27 November 2023 dan Rilis Teaser Pertama

“BOYKOTT FILM INI!!” tulis akun @xxvingformxlik seraya menyematkan postingan One Take News mengenai trailer Snow White yang rencananya akan dirilis bulan depan.

Ini bukan pertama kalinya Gal Gadot didekati untuk memboikot gambar tersebut. Layanannya sebelumnya di IDF menimbulkan perdebatan tentang filmnya tahun 2022, Death on the Nile. Lebanon dan Kuwait sama-sama melarang gambar tersebut sehingga menyebabkan ketegangan politik yang berkelanjutan dengan Israel.

Lebanon sebelumnya melarang Wonder Woman karya Gal Gadot dan sekuelnya karena aktris utamanya adalah orang Israel.

0 Komentar