Kelompook Ransomware LockBit Bank BSI Mengklaim Bahwa Data Nasabah Sudah disebar

Ransomware LockBit
Ransomware LockBit. (Foto; Pinterest)
0 Komentar

Dalam penelitiannya, Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Lilincom, mengungkapkan kecurigaannya bahwa layanan Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami gangguan serius akibat serangan ransomware. Serangan ini diduga bertujuan untuk mengenkripsi data dan sistem penting BSI, dengan maksud mengganggu pengaturan operasional perusahaan.

Situasi ini menempatkan para korban serangan dunia maya dalam posisi yang sulit, di mana mereka dipaksa untuk membayar uang tebusan yang diminta agar perusahaan kembali beroperasi.

“Jika suatu perusahaan jasa mengalami gangguan yang tidak wajar, dengan downtime yang melebihi batas normal beberapa jam hingga lebih dari satu hari kerja, maka harus diidentifikasi. Salah satu kemungkinan di era digital ini adalah aksi ransomware,” kata Alfons lewat keterangan tertulis dikeluarkan pada Kamis (11/5/2023).

Baca Juga:Selain Indomie Inilah 6 Makanan Indonesia yang Laku di luar Negeri dengan Harga yang Cukup Fantastis, Simak Yuk !Ketahui Apa Hukumnya KPR dalam Islam, Simak Yuk Penjelasannya !

Riset tersebut menekankan pentingnya memahami ancaman ransomware yang semakin nyata di dunia digital. Serangan ini dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem perusahaan, menghentikan layanan vital, dan memaksa korban membayar uang tebusan untuk memulihkan akses dan mempertahankan kelangsungan operasional.

Penting bagi perusahaan dan lembaga keuangan untuk mengambil langkah proaktif untuk melindungi data dan sistem mereka. Kolaborasi antara pakar keamanan siber, otoritas, dan pelaku industri adalah kunci untuk mencegah dan merespons serangan siber dengan cepat dan efektif. (*)

0 Komentar