Langkah Memahami Apa itu Filsafat

Memahami Apa itu Filsafat
Memahami Apa itu Filsafat Foto/Pixabay
0 Komentar

RAKCER.ID- Filsafat berasal dari kata Yunani philosophia yang berarti cinta kebijaksanaan, filsafat merupakan bidang pemikiran manusia yang paling penting karena bercita-cita untuk mencapai makna hidup paling hakiki.

Meskipun bagi sebagian orang cara berpikir dalam ilmu filsafat dipandang sebagai suatu hal yang berbelit-belit dan membosankan. Cara berpikir umat terpilah atas pola pikir burhani (logis-filosofis), pola pikir bayani (normatif-tekstual) dan  (kalbu-nurani).

Sederhananya seperti inilah keadaan umat yang sedang terpecah belah namun Islam pernah menjulang sebagai peradaban dunia, mengalami masa stagnasi dan dekadensi. Untuk bangkit kembali, tidak pelak lagi kekayaan warisan sejarah dan pengalaman historis umat Islam patut menjadi perhatian bersama.

Baca Juga:Investasi Emas Agar Cepat Kaya !Menghebohkan 4 Fakta Lowongan Kerja Berkedok Bodong

Filsafat

Istilah ‘filsafat’ juga menunjuk kepada arti pandangan hidup (viewof life) seseorang atau sekelompok orang, atau teori umum tentang bagaimana harus mengatur hidup dan kehidupan. Di sini terlihat bahwa bahwa dapat dipahami sebagai sesuatu yang mempunyai orientasi praktis.

Ilmu Filsafat sebenarnya merupakan studi tentang hakikat realitas dan keberadaan, soal apa yang mungkin diketahui serta perilaku yang benar atau salah. Berasal dari kata Yunani philosophia yang berarti cinta kebijaksanaan.

Bahwa ‘hidup untuk makan’ atau ‘makan untuk hidup’ dikatakan suatu filsafat, karena secara praktis mempengaruhi orang yang meyakininya. Dalam konteks ini, ‘mumpungisme’ juga termasuk filsafat, dan sekarang banyak pengikutnya.

Menurut catatan sejarah, kata ini pertama kali digunakan oleh Pythagoras, seorang filosof Yunani yang hidup pada 582-496 sebelum Masehi.

Cicero (106-43 SM), seorang penulis Romawi terkenal pada zamannya dan sebagian karyanya masih dibaca hingga saat ini, mencatat bahwa kata ‘filsafat’ dipakai Pythagoras sebagi reaksi terhadap kaum cendekiawan pada masanya yang menamakan dirinya ‘ahli pengetahuan’ Pythagoras menyatakan bahwa pengetahuan itu begitu luas dan terus berkembang.

Eksistensi manusia merupakan hal yang menarik untuk dipelajari. Manusia merupakan makhluk fana yang kompleks. Dalam kehidupan yang singkat di dunia ini, tujuan hidup manusia seringkali dipertanyakan.

Aristoteles berpendapat dalam buku Nicomachean Ethics bahwa kebahagiaan adalah tujuan akhir dari eksistensi manusia karena kebahagiaan merupakan hal yang kita lakukan untuk diri kita sendiri. (*)

0 Komentar