Menelusuri Sejarah Desa Dawuan Majalengka, Nama yang Kerap Kali Disebut Pada Tol Cisandawu

Tol Cisandawu
Desa Dawuan dan Tol Cisandawu. Foto: Pinterest/rakcer.id
0 Komentar

Penduduk desa semakin bertambah dan setelah diskusi dengan para pengikutnya dan masyarakat setempat, diputuskan bahwa desa tersebut perlu dikembangkan secara

lebih formal.

Setelah desa Dawuan dianggap sudah mencukupi baik dari segi penduduk maupun lahan pemukiman dan pertanian, pada tahun yang sama, yaitu 1763, diadakan pemilihan kepala desa atau Kuwu.

Dalam pemilihan tersebut, terpilihlah Raden Mas Bekel sebagai Kuwu pertama dari Desa Dawuan, sedangkan Raden Mas Rakisem disebut sebagai Mas Rakisem Raksabum.

Baca Juga:Eksplorasi Keindahan Curug Panjang Bogor, Pesona Lereng dan Suara Gemercik AirMenelusuri Mitos dan Keajaiban Curug Panjang Bogor! Petualangan di Alam yang Magis

Makam Raden Mas Bekel dikabarkan terletak di desa Eceng Gondok dekat Sungai Cihaliwung di Kadipaten, sedangkan makam Raden Mas Rakisem berada di kompleks Buyut Sawala Kadipaten.

Itulah sejarah singkat Desa Dawuan, yang merupakan bagian dari Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka.

Desa ini memiliki makna dan cerita yang terkait dengan kedatangan dua pemuda dari Cirebon serta perjuangan mereka dalam membuka lahan dan membangun desa tersebut, yang mana nama desa tersebut tersematkan pada Tol terpanjang di Jawa Barat yakni Tol Cisundawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan).

Simak berita dan artikel menarik lainnya di Google News.

0 Komentar