Panduan Lengkap Shalat Gerhana Matahari

shalat gerhana matahari
tata cara shalat gerhana matahari. Foto: Pinterest
0 Komentar

Artinya:

“Saya niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Setelah mengucapkan takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca ta’awudz, dan surat al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek.

Kemudian dilakukan ruku’, diikuti oleh i’tidal dan kembali berdiri untuk melaksanakan rakaat pertama yang kedua kalinya dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek seperti bacaan pada rakaat pertama.

Baca Juga:Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023, Berikut Lokasi dan WaktunyaGerhana Matahari Hibrida, Berikut Penjelasannya

Setelah itu, dilakukan ruku’ dan i’tidal lagi, diikuti dengan dua kali sujud dengan thuma’ninah di setiap sujudnya. Setelah tahapan ini selesai, dilanjutkan dengan berdiri dan mengerjakan rakaat yang kedua dengan cara yang sama seperti pada rakaat pertama.

Untuk teknis pelaksanaan shalat gerhana dengan cara kedua, dilakukan dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’.

Setelah ruku’ pertama, dilakukan i’tidal dan kembali berdiri untuk membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek seperti pada rakaat pertama.

Dilanjutkan dengan ruku’ dan i’tidal lagi, diikuti dengan dua kali sujud dengan thuma’ninah di setiap sujudnya.

Setelah tahapan ini selesai, dilakukan berdiri dan mengerjakan rakaat yang kedua dengan cara yang sama seperti pada rakaat pertama.

Untuk teknis pelaksanaan shalat gerhana dengan cara ketiga, dilakukan dua rakaat dengan bacaan-bacaan tertentu pada setiap tahapannya.

Pada rakaat pertama, setelah membaca surat Al-Fatihah, dibaca surat Al-Baqarah. Saat ruku’ pertama, dibaca tasbih sebanyak seratus ayat Al-Qur’an.

Baca Juga:9 Tips Rumah Aman Saat Mudik Idul Fitri 20238 Tips Mudik Idul Fitri 2023 Dengan Kendaraan Umum

Pada berdiri yang kedua, setelah melakukan ruku’, dibaca surat Ali Imran. Saat ruku’ kedua, dibaca tasbih sebanyak delapan puluh ayat Al-Qur’an.

Pada berdiri yang ketiga, setelah membaca surat Al-Fatihah, dibaca surat An-Nisa’. Saat ruku’ ketiga, dibaca tasbih sebanyak tujuh puluh ayat Al-Qur’an.

Pada berdiri yang keempat, setelah membaca surat Al-Fatihah, dibaca surat Al-Maidah. Saat ruku’ terakhir, dibaca tasbih sebanyak lima puluh ayat Al-Qur’an.

Saat sujud yang pertama, dibaca tasbih sebanyak seratus ayat Al-Qur’an, sujud kedua delapan puluh ayat, sujud ketiga tujuh puluh ayat, dan sujud keempat lima puluh ayat Al-Qur’an.

0 Komentar