Pekerja Migran 18 Tahun Tanpa Kabar, Diduga Kabur dari Majikan yang Pertama di Arab Saudi

pekerja migran
HILANG JEJAK. Polisi RW Polsek Sukahaji berbincang dengan orang tua Inah Sainah, pekerja migran di Arab Saudi yang 18 tahun tidak ada kabar. rakcer.id/hasanudin
0 Komentar

RAKCER.ID – Seorang pekerja migran di Arab Saudi, Inah Sainah (40) anak kedua pasangan Rumanta (70) dan Sai (65) asal Desa Garawastu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka sudah 18 tahun tidak pernah pulang dan tidak jelas dimana keberadaannya.

Pihak keluarga berharap keberadaan pekerja migran tersebut bisa segera terlacak dan diketahui nasibnya serta bisa segera kembali ke Tanah Air.

Menurut keterangan kakak iparnya, Komarudin (45), pada 2005 Inah berangkat ke Arab Saudi sebagai pekerja migran atau asisten rumah tangga melalui salah satu sponsor TKW di daerahnya.

Baca Juga:DKP3 Jamin Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Antisipasi Hewan dari Luar DaerahPanitia Pilkades Serentak 2023 Harus Netral, 219 Peserta dari 94 Desa Ikuti Bimtek

Satu bulan pertama bekerja di Arab Saudi, Inah terus melakukan komunikasi dengan keluarga di Majalengka dan mengabarkan kondisinya baik.

Akan tetapi setelah satu bulan diperoleh informasi bahwa Inah pindah majikan akibat terbujuk oleh temannya yang menjanjikan bekerja di tempat lain gajinya lebih besar dibanding majikan tempatnya saat itu bekerja.

“Terakhir dia memberikan kabar, katanya Inah pindah dari majikan pertamanya karena terbujuk rayu sama rekan kerjanya untuk pindah kerja karena gajinya lebih besar. Sejak saat itu Inah tidak pernah menghubungi keluarga di Garawastu,” ujar Komarudin.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, kepindahan Inah dari majikan pertama tanpa sepengetahuan majikan atau minggat. Sehingga penelusuran pun sulit dilakukan karena nomor kontaknya tidak bisa dihubungi, majikannya pun tidak mengetahuinya.

Komarudin mengaku pernah berusaha mencari tahu tentang keberadaan Inah dengan menanyakan kabar kepada pihak sponsor dan perusahaan atau PJTKI yang memberangkatkannya saat itu.

Namun, baik pihak sponsor atau perusahaan yang memberangkatkannya tidak bisa memberi kejelasan dimana Inah sekarang berada.

“Sudah lama kita cari tahu ke sponsor, tapi tidak ada informasi, malah pihak sponsor menyatakan tidak bisa berbuat banyak karena Inah kabur dari majikannya, bukan karena kasus kekerasan atau persoalan lainnya yang bisa segera terlacak,” ujar Komarudin.

Baca Juga:Target PAD Tidak Tercapai Penyebab Tunda bayar, Utang Tahun 2022 Pemkab Kuningan Rp249 MiliarPetugas Haji dari 5 Menjadi 8 Orang, Bupati Majalengka Lepas Calon Jamaah Haji Kloter 17

Menurutnya, keberangkatan Inah ke luar negeri meninggalkan anak laki-lakinya sejak usia 4 tahun, dan saat ini sudah menginjak remaja. Padahal semula keberangkatannya ke Arab Saudi untuk mengubah ekonomi keluarga demi anaknya.

“Anaknya sejak itu belum pernah komunikasi, apalagi melihat wajah ibunya,” kata Komarudin yang berharap Inah bisa ditemukan dan kembali ke kampung halaman di Garawastu.

0 Komentar